Fakta Ekonomi

Krisis Air Bersih di Subulussalam, Pemerintah Siapkan Dua Sumur Bor

Warga Desa Sibungke, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pasca banjir. Pemerintah setempat berencana membangun dua sumur bor untuk mengatasi masalah ini.

U
Ulam Kirana
22 October 2026
17 pembaca
Foto: ANTARA/Bayu Pratama S
Foto: ANTARA/Bayu Pratama S

Warga di Desa Sibungke, Dusun Sejahtera, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam menghadapi tantangan besar dalam memperoleh air bersih setelah terjadinya banjir di wilayah tersebut. Sumur-sumur tradisional tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah untuk membangun sumur bor sebagai solusi untuk memulihkan akses air bersih bagi masyarakat.

Pembangunan sumur bor di Desa Sibungke dimulai pada akhir September 2026. Saat melakukan peninjauan di lokasi, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Subulussalam, Masrizal Malzam, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pembangunan dua titik sumur bor yang dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD). "Karena kekurangan air bersih, tidak bisa mendapatkan air bersih dengan sumur biasa. Maka dilakukan pengeboran sumur ini," ujarnya.

Target Pembangunan dan Anggaran

Kedua sumur bor tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 25 rumah tangga dan sebuah pesantren. Proses pengerjaan sudah dimulai di lokasi pertama, sementara pembangunan di titik kedua akan dilaksanakan setelah penyelesaian di lokasi pertama. Menurut Masrizal, sumur bor ini memiliki ukuran pipa antara 4 hingga 10 inci dengan kedalaman pengeboran mencapai 80 meter. Pemerintah menargetkan agar pekerjaan ini selesai pada pertengahan November 2026.

Pembangunan dua sumur bor tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 356.082.800. Dana ini merupakan bagian dari alokasi TKD sebesar Rp 11,6 miliar yang diterima oleh Dinas PUPR Kota Subulussalam untuk mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025. Anggaran untuk pembangunan sumur bor ini setara dengan sekitar 3,07 persen dari total alokasi TKD untuk Dinas PUPR, yang diharapkan dapat segera membantu warga dalam memperoleh air bersih.

Dampak Banjir pada Masyarakat

Langkah ini diambil setelah banjir mengganggu akses warga terhadap sumber air bersih. Sebelumnya, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, banjir melanda sejumlah permukiman di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan Sungai Lae Souraya meluap hingga memasuki kawasan permukiman.

Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, daerah yang terkena dampak banjir meliputi Desa Sigrun dan Desa Jabi-Jabi di Kecamatan Sultan Daulat. Luapan air sungai tersebut mengakibatkan banyak rumah warga terendam, dengan total 312 unit rumah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 kepala keluarga (KK) di Desa Sigrun dan 292 KK di Desa Jabi-Jabi.

Artikel Terkait