Fakta Nasional

Kronologi Penganiayaan Serda Ahmad Dianiaya oleh Rekan Seniornya

Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI AU, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh seniornya. Puspom TNI AU menegaskan bahwa insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan isu pembelian...

S
Stevani Nila Wardana
16 September 2026
48 pembaca
Foto: Jumpa pers Puspom TNI AU terkait kasus pengeroyokan anggota oleh senior (Taufik/detikcom)
Foto: Jumpa pers Puspom TNI AU terkait kasus pengeroyokan anggota oleh senior (Taufik/detikcom)

Jakarta - Serda Ahmad Muzammil Farisa, seorang prajurit TNI AU, meninggal dunia setelah dianiaya oleh seniornya. Menurut penjelasan dari Puspom TNI AU, penganiayaan yang terjadi tidak ada kaitannya dengan rumor bahwa Serda Ahmad salah membeli mi instan.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Puspom TNI AU, Jakarta Timur, pada Rabu (16/9/2026), Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi menyatakan, "Terkait opini di masyarakat mengenai sekarang yang ramai itu sebutan masalah mi godog dan mi goreng, sama sekali tidak ada korelasinya dengan yang kami sidik saat ini, dan tidak ada hubungannya sama sekali." Dia juga menginformasikan bahwa terdapat empat tersangka dalam kasus ini, yaitu Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH, serta tiga korban lainnya, termasuk Serda Ahmad, Serda ZN, dan Serda RP.

Awal Mula Kasus Penganiayaan

Peristiwa ini bermula pada Selasa (8/9) ketika Serda MTS menghubungi Serda RP, yang merupakan juniornya, untuk meminta bantuan. Namun, di tengah percakapan, Serda RP tiba-tiba menutup telepon. Merasa marah, Serda MTS kemudian mengumpulkan junior-juniornya pada Rabu (9/9) malam. "Sehingga yang senior itu merasa jengkel, tersinggung, dan marah atas kejadian itu. Maka pada hari Rabunya, dilaksanakan mengumpulkan dari juniornya itu," jelas Daan Sulfi.

Setelah berkumpul, Serda MTS memerintahkan Serda RP untuk melakukan push up dan sit up. Tak lama setelah itu, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH bergabung. "Dilaksanakan pada hari Rabu jam 21.10. Dilaksanakan di belakang Mess Galaksi. Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda MTS," tambah Daan Sulfi.

Insiden Pemukulan yang Berujung Fatal

Daan Sulfi melanjutkan bahwa Serda JM kemudian memukul Serda Ahmad di bagian dada sebanyak tiga kali. "Yang namanya Serda JM itu inisiatif dia. Inisiatif untuk memberikan santiadji-lah, mengasih tahu bahwa karena almarhum (Serda Ahmad) ini paling senior di antara tiga orang itu," ungkapnya. Pukulan tersebut membuat Serda Ahmad terjatuh dan pingsan.

Melihat kondisi Serda Ahmad, keempat tersangka berusaha menyadarkannya dengan mengusapkan minyak angin dan balsem. "Ditambahkannyalah oleh dia itu, bahwa ya konsekuensinya kalau misalkan jadi senior ya harus bertanggung jawab. Ini adalah peringatan dari saya sebesar agar ingat, begitu kan. Tapi peringatan itu malah dilakukan penganiayaan," kata Daan Sulfi.

Karena Serda Ahmad tidak sadarkan diri, ia dibawa ke IGD untuk mendapatkan pertolongan. "Karena korban tetap tidak sadarkan diri, karena panik, kemudian pada pukul 23.35, korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan mobil dinas ke IGD Rumah Sakit dr. Esnawan Antariksa ataupun Rumah Sakit Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur," jelas Daan Sulfi. Sayangnya, setelah penanganan, Serda Ahmad dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.45.

Sebelumnya, ayah almarhum, Toni, menyebutkan bahwa dugaan penyebab penganiayaan adalah karena anaknya salah membeli makanan. "Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi goreng namun diberikan mi kuah," ungkap Toni dengan mata sembab usai menangisi kepergian anaknya.

Artikel Terkait