Fakta Nasional

Lima Pria Ditangkap Dekat Pangkalan Militer AS di Inggris Terkait Dugaan Terorisme

Polisi antiterorisme Inggris menangkap lima orang di dekat pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Gloucestershire, yang diduga merencanakan aksi teror. Penangkapan ini dilakukan setelah laporan m...

S
Stevani Nila Wardana
28 September 2026
34 pembaca
Polisi Inggris di dekat pangkalan AS di Gloucestershire (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)
Polisi Inggris di dekat pangkalan AS di Gloucestershire (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)

London - Lima pria ditangkap oleh polisi antiterorisme Inggris di sekitar pangkalan yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Gloucestershire. Penangkapan ini dilakukan karena mereka diduga terlibat dalam perencanaan aksi teror.

Menurut laporan AFP pada Minggu (27/9/2026), Kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa petugas bersenjata melakukan penahanan pada dini hari setelah menerima laporan darurat mengenai tiga "kendaraan mencurigakan yang tampak bergerak menuju pangkalan udara". Para tersangka ditahan di dekat pangkalan Royal Air Force (RAF) Fairford, yang terletak di Inggris barat daya, dengan dugaan pelanggaran terkait bahan peledak.

Evakuasi Warga Sekitar

Sebanyak 85 rumah di Desa Whelford, yang berdekatan dengan lokasi kejadian, diimbau untuk mengungsi. Tim penjinak bom dari militer juga dikerahkan untuk memeriksa tiga van yang dihentikan di jalan pedesaan. Dalam pernyataannya, kepolisian mengonfirmasi bahwa Unit Kepolisian Antiterorisme memimpin penyelidikan atas insiden yang terjadi di dekat RAF Fairford.

Rekaman udara menunjukkan robot penjinak bom bergerak di sekitar van yang dihentikan, dengan dua di antaranya terlihat memiliki pintu belakang yang terbuka. Polisi memastikan bahwa situasi telah "terkendali" dan garis pembatas sejauh 400 meter telah dipasang di lokasi. Petugas bersenjata juga terlihat berjaga di pintu masuk pangkalan.

Respons Pemerintah dan Warga

Perdana Menteri saat itu, Keir Starmer, pada bulan Maret memberikan izin untuk tindakan "defensif" AS terhadap situs rudal Iran dari dua pangkalan Inggris, termasuk Fairford. Perdana Menteri baru, Andy Burnham, terus mendapatkan informasi terkini mengenai insiden ini, sebagaimana diungkapkan oleh seorang juru bicara pemerintah.

"Kami berterima kasih kepada layanan darurat yang telah bertindak cepat untuk menahan beberapa tersangka dan menerapkan langkah-langkah demi menjaga keselamatan masyarakat," ujar juru bicara tersebut. Menteri Pertahanan Wes Streeting juga menyampaikan terima kasih kepada "tim darurat dan spesialis" yang dikerahkan ke lokasi kejadian. "Tidaklah tepat untuk memberikan komentar lebih lanjut selama penyelidikan masih berlangsung. Kita bisa merasa tenang karena situasi ini sedang ditangani," tuturnya di platform X.

Kepolisian Gloucestershire sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka menetapkan status "insiden besar" dan menangkap beberapa pria atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak. Warga desa telah dievakuasi ke pusat rekreasi terdekat.

Seorang warga desa, Julian Tudsbery, mengungkapkan bahwa ia dibangunkan dan diminta untuk pergi sekitar pukul 07.00 pagi (06.00 GMT) oleh polisi yang mengetuk pintunya. Ia menjelaskan bahwa seorang warga desa lainnya melapor ke polisi pada tengah malam setelah melihat kendaraan-kendaraan tersebut. "Dia menelepon polisi pangkalan udara, namun tidak ada jawaban. Telepon hanya berdering tanpa diangkat, jadi dia menghubungi nomor darurat 999," ujarnya kepada BBC.

Fairford merupakan pangkalan di Inggris bagi 501st Combat Support Wing, unit pendukung administratif Angkatan Udara AS. Pangkalan AS tersebut menegaskan bahwa tidak ada personel Angkatan Udara AS yang terlibat dalam insiden ini.

Artikel Terkait