Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert Sianipar, mengingatkan mahasiswa pada Sabtu, 3 Oktober 2026, untuk selalu waspada terhadap investasi ilegal. Mahasiswa diharapkan dapat mengenali tanda-tanda investasi bodong, seperti janji keuntungan yang tidak realistis dan tawaran instan yang sering muncul di media sosial.
OJK menekankan pentingnya pemahaman mengenai risiko, memeriksa legalitas, serta meningkatkan literasi keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi secara mandiri. Tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan cepat masih menjadi jebakan yang perlu dihindari oleh generasi muda. Robert Sianipar mengingatkan agar mahasiswa tidak terburu-buru dalam menyetor dana hanya karena tergiur oleh iming-iming keuntungan yang cepat.
Ciri-Ciri Investasi Bodong yang Harus Diketahui
Mahasiswa diminta untuk lebih kritis saat menemukan tawaran investasi dengan karakteristik tertentu. Beberapa ciri yang perlu dicurigai adalah keuntungan yang tidak wajar, janji hasil dalam waktu singkat, dan adanya tekanan untuk segera menyetorkan dana. Tawaran seperti ini sebaiknya diperiksa lebih lanjut sebelum membuat keputusan.
Selain itu, mahasiswa juga disarankan untuk tidak langsung percaya pada promosi investasi yang muncul di media sosial atau aplikasi pesan. Dengan kemudahan penyebaran informasi di platform digital, calon investor perlu lebih berhati-hati sebelum mengikuti tawaran yang ada.
Pentingnya Memahami Risiko Investasi
Menurut Robert, calon investor tidak hanya perlu menghitung potensi keuntungan, tetapi juga harus memahami risiko yang terkait dengan investasi. Legalitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan produk harus diperiksa terlebih dahulu. Mahasiswa perlu memastikan bahwa produk atau layanan keuangan yang digunakan berada di bawah pengawasan regulator sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah-langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah keputusan investasi yang hanya didasarkan pada janji keuntungan semata. OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk di kalangan generasi muda. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan uang dan risiko produk keuangan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum mengambil keputusan finansial secara mandiri.
Robert berharap, dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, mahasiswa akan semakin kritis dalam menerima tawaran investasi yang ada.