Di Jakarta Pusat, mahasiswa yang akan berpartisipasi dalam demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada Selasa (20/10/2026), memutuskan untuk tidak mengenakan jas almamater. Keputusan ini diambil agar aksi tersebut dapat lebih inklusif dan mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sipil.
Persiapan Menghadapi Provokator
Hafidz Hernanda, Koordinator Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi adanya provokator dan penyusup, meskipun para peserta tidak menggunakan identitas almamater. “Kali ini kawan-kawan dari BEM UI akan mengadakan aksi tidak menggunakan almamater sama sekali bersama dengan teman-teman mahasiswa agar kita bisa lebih inklusif dan bisa lebih membaur dengan masyarakat sipil,” ungkap Hafidz saat ditemui di Tugu Proklamasi, Jakarta.
Dia menambahkan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk menyampaikan evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran bersama masyarakat sipil, bukan sekadar membawa identitas kampus masing-masing. Mengenai potensi penyusupan, Hafidz mengungkapkan bahwa BEM UI telah memiliki mekanisme antisipasi, meskipun ia tidak merinci lebih lanjut mengenai hal tersebut. “Kami sendiri sudah mempunyai mekanisme terkait provokator ataupun ada beberapa penyusup-penyusup. Jadi ya kami berharap bahwa provokator tersebut tidak akan terjadi ataupun segala bentuk kekerasan dari aparat,” jelasnya.
Aksi Lanjutan dan Isu yang Diangkat
Hafidz menegaskan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ia juga menekankan bahwa demonstrasi merupakan hak masyarakat untuk mengungkapkan pendapat. BEM UI juga merencanakan aksi lanjutan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, yang akan menjadi momentum bagi generasi muda untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Hari ini, mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Komite Sadar dijadwalkan akan melaksanakan aksi di Tugu Tani pada pukul 15.00 WIB. Aksi ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komite Sadar akan mengangkat sejumlah isu, termasuk masalah ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, kerusakan lingkungan, serta tingginya biaya pendidikan dan kesehatan.