Fakta Nasional

Makam Kuno Muncul di Waduk Gajah Mungkur Akibat Penurunan Debit Air

Penurunan debit air Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri akibat kemarau panjang mengungkapkan kompleks makam kuno, termasuk makam di Dusun Sentono yang menarik perhatian warga.

E
Eko Prasetyo
12 October 2026
23 pembaca
Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026). (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Penampakan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Rabu (9/9/2026). (Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)

Debit air Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang menurun akibat kemarau berkepanjangan telah menyebabkan munculnya kompleks makam kuno. Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah makam di Dusun Sentono, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

"Sudah mulai nampak sejak awal bulan lalu. Ini airnya semakin surut, sehingga ini sudah keseluruhan makamnya terlihat," ungkap Mardi, seorang warga sekitar lokasi makam.

Makam Kuno di Dusun Sentono

Ratusan batu nisan terlihat di makam Dusun Sentono, yang sebelumnya terletak di Desa Ngungkingsari. Dari penampakan yang ada, terlihat bahwa makam tersebut dulunya memiliki tembok pembatas, dengan sisa-sisa pondasi yang masih dapat dilihat di ujung barat makam.

Mardi juga menambahkan bahwa warga Desa Ngungkingsari telah berpindah ke Sumatera, namun saat WGM surut, beberapa di antara mereka kembali untuk melihat kampung halaman mereka yang dulu. "Beberapa waktu lalu ada rombongan gitu ke sini. Kalau nggak salah dulunya mereka warga Dusun Pondok (salah satu dusun yang ditenggelamkan). Istilahnya ke sini napak tilas, kampung halaman mereka dulu," jelasnya.

Ukuran dan Sejarah Makam

Suparso, seorang tokoh masyarakat Wuryantoro yang berusia 77 tahun, menjelaskan bahwa makam di Dusun Sentono dulunya cukup besar, dengan ukuran sekitar setengah lapangan sepak bola. "Itu makam dukuh, namanya kampung Sentono di wilayah Desa Ngungkingsari. Makamnya cukup besar, mungkin separuhnya lapangan sepakbola. Kalau nisannya memang dari batu keras putih, sederhana, hanya berbentuk batu panjang," kata Suparso.

Fenomena ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi pengingat akan sejarah yang terkubur di bawah air Waduk Gajah Mungkur.

Artikel Terkait