Fakta Nasional

Maruli Simanjuntak Tanggapi Isu Calon Panglima TNI dengan Hati-Hati

Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, memilih untuk tidak terburu-buru menanggapi spekulasi mengenai namanya sebagai calon Panglima TNI yang baru. Ia menyatakan belum ada komuni...

F
Fidzu Ardaf
11 October 2026
24 pembaca
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaran. (Dokumentasi TNI AD)

Jenderal Maruli Simanjuntak, yang menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), menanggapi dengan hati-hati isu yang menyebutkan namanya sebagai salah satu calon kuat Panglima TNI yang baru. Dalam sebuah konfirmasi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, ia mengungkapkan rasa malunya jika berbicara terlalu banyak namun akhirnya tidak terpilih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Maruli menjelaskan bahwa hingga saat ini, ia belum menerima kabar resmi mengenai pergantian Panglima TNI. Ia hanya mendengar kabar dari media yang menyebutkan namanya sebagai kandidat potensial. "Ya, banyak beritanya. Ya, Anda-Anda ini sebagai jurnalis yang memberitakan. Saya gak tahu, legalnya belum ada yang bicara dengan saya, secara struktur. Tapi, isu kanan-kiri banyak yang mengontak ke saya, katanya sudah (ditentukan). Ternyata Pak Wakil Ketua DPR, Pak Dasco menyampaikan belum ada, ternyata berubah lagi. Ya sudah, gak apa-apa biarkan saja," katanya.

Isu Pergantian Panglima TNI Semakin Hangat

Spekulasi mengenai pergantian Panglima TNI semakin mengemuka setelah adanya perubahan di pucuk pimpinan kepolisian. Jenderal Agus Subiyanto, yang saat ini menjabat sebagai Panglima TNI, sering kali dibandingkan dengan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mantan Kapolri yang juga memiliki kedekatan dengan poros Solo.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membantah adanya surat presiden yang mengatur penggantian Panglima TNI. Ia juga mengklarifikasi bahwa pertemuan yang diadakan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan para perwira tinggi TNI tidak berkaitan dengan pergantian pucuk pimpinan. "Jadi, beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, apakah sudah menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI, menurut informasi yang kami dapat bahwa presiden belum akan mengganti Panglima TNI," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Janji dan Harapan Panglima TNI Saat Ini

Jenderal Agus Subiyanto dilantik sebagai Panglima TNI pada November 2023 oleh Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo. Saat itu, Agus menyampaikan tiga janji yang ingin ia wujudkan selama masa jabatannya. Pertama, ia berkomitmen untuk melakukan diplomasi dalam misi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.

Janji kedua Agus adalah meningkatkan tunjangan lauk pauk bagi prajurit TNI. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan kenaikan anggaran kepada Kementerian Pertahanan untuk hal tersebut. "Kemudian well-equipped diperlengkapi dengan baik dan tentunya well-paid, tunjangannya harus dinaikkan. Nanti secara bottom up saya akan mengajukan pada Kemhan dan Kemhan sudah acc untuk tunjangan uang lauk pauk, pasukan yang melaksanakan tugas operasi sehingga tidak terlalu jomplang dengan instansi lain," jelasnya.

Janji ketiga Agus adalah mereorganisasi satuan drone dan siber. Ia juga berencana untuk meningkatkan produksi senjata buatan dalam negeri, termasuk senjata dari PT Pindad yang telah meraih prestasi dalam kompetisi menembak di tingkat Asia Tenggara.

Di sisi lain, analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai bahwa dari sudut pandang profesionalisme, senioritas, dan keseimbangan antarmatra, Laksamana Muhammad Ali adalah sosok yang layak dipertimbangkan sebagai Panglima TNI berikutnya. Ali merupakan perwira tinggi bintang empat paling senior di TNI dan memiliki latar belakang dari Angkatan Laut, yang dapat mengembalikan keseimbangan antarmatra dalam kepemimpinan TNI.

Selamat menambahkan bahwa distribusi kepemimpinan antarmatra telah menunjukkan ketimpangan, dan sudah saatnya giliran kepemimpinan diberikan kembali kepada matra laut. "Hal ini penting bukan semata-mata soal pemerataan jabatan melainkan menjaga rasa memiliki (sense of ownership) seluruh matra di institusi TNI," tuturnya.

Artikel Terkait