Fakta Nasional

Mary Jane Veloso Mendapatkan Dukungan Penuh dari Pemerintah Filipina

Mary Jane Veloso, mantan terpidana mati, akan menerima bantuan reintegrasi dari pemerintah Filipina setelah mendapatkan pengampunan dari Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. Proses ini akan melibatkan duk...

D
Dila Rakasiwi
27 September 2026
32 pembaca
Tangis Haru Mary Jane Lepas Rindu dengan Keluarga di Filipina (Foto: AP/Aaron Favila)
Tangis Haru Mary Jane Lepas Rindu dengan Keluarga di Filipina (Foto: AP/Aaron Favila)

Mary Jane Veloso, yang pernah dijatuhi hukuman mati, kini akan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Filipina setelah Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. memberikan pengampunan mutlak. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) berkomitmen untuk mendampingi Mary Jane dan keluarganya dalam proses reintegrasi ke masyarakat setelah pembebasannya pada Sabtu dini hari.

Menteri DMW, Hans Leo Cacdac, telah menginstruksikan timnya untuk berkoordinasi dengan keluarga Veloso yang berada di Nueva Ecija. "Instruksi kami jelas: DMW harus bahu-membahu mendampingi Mary Jane, anak-anaknya, dan orang tuanya saat mereka menata kembali kehidupan mereka," ungkap Cacdac dalam sebuah siaran pers yang dirilis oleh pemerintah Filipina.

Program Reintegrasi yang Disesuaikan

Cacdac menjelaskan bahwa tim DMW yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama dengan pihak keluarga dan pemangku kepentingan lokal untuk merancang program reintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. "Tim kami yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama secara langsung dengan pihak keluarga dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka," tambahnya.

DMW menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan intervensi di tingkat keluarga dan komunitas. Pemerintah ingin memastikan bahwa kepulangan Veloso dapat mendukung produktivitas dan kemandirian jangka panjang. "DMW menyambut baik keputusan Presiden tersebut, seraya mencatat bahwa pemberian grasi eksekutif ini menandai akhir yang pasti dan penuh kemenangan atas perjuangan berat selama puluhan tahun untuk mendapatkan kembali kebebasan dan kemerdekaannya," demikian pernyataan resmi dari DMW.

Dukungan Layanan dan Pelatihan

DMW dan Overseas Workers Welfare Administration (OWWA) saat ini sedang berupaya menyediakan layanan konseling psikososial, paket bantuan awal untuk mata pencaharian, modal usaha, serta pelatihan keterampilan. Inisiatif ini juga akan menghubungkan usaha-usaha yang akan dijalani Mary Jane dengan koperasi setempat dan peluang ekonomi di Nueva Ecija, sehingga kepulangannya dapat menjadi sarana untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

"Reintegrasi bukan sekadar soal pulang ke rumah-ini tentang memulihkan martabat, memastikan kemandirian finansial, dan memampukan Mary Jane untuk berkontribusi bagi komunitas serta perekonomian setempat," kata Cacdac.

Mary Jane dan keluarganya mengadakan konferensi pers di Siena College, Quezon City, pada hari Sabtu, di mana ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Marcos atas pemberian grasi tersebut. Ia menyampaikan rencananya untuk mempererat hubungan dengan keluarganya, beristirahat, dan mengunjungi gereja di kampung halamannya. "Kami ingin fokus mempererat kebersamaan keluarga terlebih dahulu, lalu makan bersama seluruh anggota keluarga di Nueva Ecija," ujarnya.

Dalam sebuah pesan kepada para perekrutnya, Mary Jane berharap agar mereka membersihkan namanya menyusul pemberian pengampunan tersebut. "Tolong katakan saja yang sebenarnya bahwa saya benar-benar tidak bersalah. Satu keinginan saya lainnya adalah berkumpul kembali dengan keluarga, dan itu sudah terwujud," tambahnya.

Mary Jane ditangkap pada tahun 2010 di Yogyakarta dan dijatuhi hukuman mati pada tahun yang sama setelah pihak berwenang menemukan 2,6 kg heroin di dalam kopernya. Ia secara konsisten menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan mengklaim bahwa ia adalah korban perdagangan manusia yang ditipu oleh para perekrutnya.

Mary Jane mendapatkan penundaan eksekusi pada tahun 2015 setelah pemerintah Filipina meminta Indonesia untuk tidak mengeksekusinya agar ia dapat memberikan kesaksian melawan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perdagangan manusia. Setelah upaya diplomatik antara Filipina dan Indonesia, Mary Jane dipulangkan ke Manila pada Desember 2024 dan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita di Kota Mandaluyong untuk menjalani sisa masa hukumannya di bawah yurisdiksi Filipina.

Artikel Terkait