PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia”) memperkuat dukungannya terhadap PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia (“Etiqa Indonesia”) sebagai langkah untuk mengoptimalkan kekuatan dan keahlian dari masing-masing entitas dalam Grup Keuangan Terintegrasi Maybank Indonesia. Proses pengambilalihan saham Etiqa Indonesia serta saham dari entitas jasa keuangan seperti Maybank Sekuritas Indonesia dan Maybank Asset Management telah selesai dilaksanakan, sejalan dengan realisasi struktur Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional.
Dengan mengintegrasikan kemampuan di bidang perbankan, asuransi, dan layanan keuangan lainnya, Grup Keuangan Terintegrasi Maybank Indonesia berupaya untuk menyediakan solusi yang lebih komprehensif sesuai dengan kebutuhan nasabah di berbagai tahap perjalanan finansial mereka.
Komitmen Maybank Indonesia
Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia, menjelaskan bahwa komitmen perusahaan induk tidak hanya terbatas pada dukungan pengembangan bisnis, tetapi juga pada penguatan fundamental keuangan setiap entitas dalam grup. “Sebagai pemegang saham pengendali, kami memastikan Etiqa Indonesia memiliki fondasi permodalan yang kuat. Penambahan modal yang akan kami lakukan merupakan wujud nyata komitmen tersebut, sehingga Etiqa Indonesia dapat terus menjalankan kewajibannya kepada pemegang polis dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah serta mitra bisnisnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Steffano menambahkan, “Kebutuhan nasabah terus berkembang dan tidak berhenti pada layanan perbankan. Proteksi merupakan bagian penting dari perjalanan finansial nasabah. Dengan semakin kuatnya kapabilitas Etiqa, didukung pengalaman regional yang dimilikinya, kami ingin memperluas solusi perlindungan yang relevan sekaligus memberikan pengalaman yang semakin baik bagi nasabah di Indonesia.”
Peluang Baru bagi Etiqa Indonesia
Etiqa memiliki pengalaman yang signifikan dalam industri asuransi dan takaful di kawasan ASEAN. Selain di Indonesia, Etiqa juga hadir di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Kamboja, menawarkan solusi asuransi dan takaful melalui berbagai kanal distribusi. Mochamad Reza, Direktur Utama Etiqa Indonesia, menyatakan bahwa bergabungnya Etiqa Indonesia dalam Grup Keuangan Terintegrasi membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan bisnis perusahaan.
“Menjadi bagian dari Grup Keuangan Terintegrasi Maybank Indonesia memberikan peluang bagi Etiqa untuk semakin memperkuat fondasi bisnis dan mengembangkan kapabilitas yang kami miliki, serta mempercepat transformasi perusahaan ke segmen ritel. Dengan dukungan Maybank Indonesia serta pengalaman dan keahlian Etiqa di pasar regional, kami dapat terus mengembangkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Reza.
Sinergi ini juga menciptakan peluang bagi Etiqa untuk memperluas pengembangan produk, layanan, dan kanal distribusi, serta memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pasar Indonesia serta ketentuan yang berlaku. “Kami ingin menghadirkan solusi perlindungan yang semakin mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, didukung kualitas layanan yang semakin baik. Pada saat yang sama, kami akan terus mengeksplorasi peluang untuk membawa pengalaman berasuransi dengan Etiqa di regional ke Indonesia,” tutup Reza.
Etiqa telah beroperasi di Indonesia sejak September 2017 melalui akuisisi PT Asuransi Asoka Mas dan kemudian berganti nama menjadi PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia pada Maret 2019. Ke depan, Maybank Indonesia berencana untuk terus mendorong kolaborasi antara Etiqa Indonesia dan entitas anggota lainnya dalam Grup Keuangan Terintegrasi guna mengoptimalkan kapabilitas masing-masing entitas serta menghadirkan solusi keuangan yang semakin komprehensif dan bernilai tambah bagi nasabah. Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi ROAR30 Maybank Group dalam memperkuat posisi Maybank sebagai grup jasa keuangan terkemuka di ASEAN, sekaligus menjalankan misi Humanising Financial Services yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.