Fakta Nasional

Membangun Harapan Melalui Pelatihan di Rusunawa Rorotan

Warga Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura mengikuti program RusunPreneur yang menyediakan pelatihan dalam pembuatan frozen food dan kerajinan tote bag. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkat...

F
Fidzu Ardaf
21 October 2026
22 pembaca
Program RusunPreneur di Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara, demi membantu penghuni naik kelas lewat UMKM (Dok Universitas Indonesia)
Program RusunPreneur di Rusunawa Rorotan, Jakarta Utara, demi membantu penghuni naik kelas lewat UMKM (Dok Universitas Indonesia)

Di tengah teriknya matahari yang menyengat, puluhan warga dari Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura berkumpul untuk mengikuti program RusunPreneur. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Rumah Berbagi dengan Hati, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta. Sejak pagi hari pada tanggal 18 Oktober 2026, mereka telah hadir untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada pembuatan frozen food dan kerajinan tote bag menggunakan teknik lukis Suminagashi.

Pentingnya Pelatihan bagi Komunitas

Kepala UPRS III Rorotan, Vita Nurviattin, menyatakan bahwa pelatihan kuliner dan non-kuliner sangat diperlukan di komunitas rumah susun, khususnya di bawah UPRS III. Ia menekankan bahwa kesempatan seperti ini tidak selalu tersedia, sehingga keberlanjutan kegiatan semacam ini sangat penting untuk dipertahankan.

Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura merupakan hunian yang disediakan oleh Pemprov DKI untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui program RusunPreneur, diharapkan warga MBR dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Tantangan dan Peluang bagi Warga

Lia Wahyu Ningsih, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan pentingnya meningkatkan keterampilan dalam meracik frozen food. Ia merasa masih banyak yang perlu diperbaiki dari produk yang dijual melalui Koperasi Rusunawa Mitra Nagrak, Jakarta Utara. "Ilmu membuat frozen food adalah peluang meningkatkan omzet bagi bisnis saya. Saya belajar teknik pengemasan vakum, pembekuan yang tepat, serta manajemen stok agar produknya bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar kota. Saya optimistis akan dapat membuat penjualan produk ini, selain produk bakso yang Alhamdulillah sudah best seller saat ini," ujarnya.

Namun, menjaga kualitas serta membuka peluang pemasaran menjadi tantangan tersendiri bagi warga di sekitar Rusun. Lokasi Rusunawa Rorotan, Semper Barat, dan Sukapura yang jauh dari pusat kota membatasi jangkauan konsumen. Pemasaran melalui platform digital juga menjadi kendala karena keterbatasan modal, di mana tidak semua warga memiliki ponsel yang layak.

Dengan adanya koperasi di sekitar Rusunawa, warga merasa terbantu dalam hal pemasaran, karena mereka dapat mempromosikan produk melalui berbagai acara.

Pengembangan usaha di Rusunawa telah diatur dalam Instruksi Gubernur No. 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rusunawa di Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sarana bagi warga untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam produksi maupun pemasaran melalui platform digital.

"Sebagai bagian dari kewajiban pengabdian, kami menargetkan untuk mendapatkan SROI (Social Return on Investment) untuk masyarakat. Pelatihan yang menghasilkan wirausahawan/wati yang sukses akan mendorong nilai SROI ini lebih berkah, bermanfaat, dan berdaya saing tinggi, hingga pada akhirnya mendorong tujuan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan," jelas Dosen Graduate School of Sustainable Development Universitas Indonesia, Renny Nurhasana.

Artikel Terkait