Tuesday, 05 May 2026
Fakta Kesehatan

Membedakan Gejala Influenza dan Pilek

Influenza dan pilek sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki gejala yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting untuk menentukan tindakan yang tepat.

S
Stevani Nila Wardana
04 May 2026 2 pembaca
Membedakan Gejala Influenza dan Pilek

Batuk, pilek, dan sakit kepala sering kali muncul bersamaan. Namun, penting untuk mengetahui perbedaan antara gejala influenza dan pilek (common cold) agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Influenza sering dianggap sebagai penyakit ringan, namun dalam beberapa kasus dapat berujung pada pneumonia atau bahkan kematian.

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular, disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B. Sementara itu, pilek adalah infeksi virus ringan pada saluran pernapasan atas, yang biasanya disebabkan oleh rhinovirus. Banyak orang menganggap kedua kondisi ini sama karena gejalanya yang mirip, tetapi ada perbedaan yang jelas.

Menurut Profesor Iris Rengganis, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi, "Influenza bukan salesma." Ia menjelaskan bahwa demam tinggi, pusing, dan nyeri tubuh yang parah adalah indikasi besar influenza, meskipun bersin-bersin jarang terjadi. Dalam pertemuan media, ia merinci perbedaan gejala antara influenza dan pilek.

Demam pada pilek jarang terjadi, sedangkan pada influenza, demam biasanya muncul tiba-tiba dan dapat berlangsung 3-4 hari. Sakit kepala jarang terjadi pada pilek, namun sering muncul pada influenza. Nyeri dan pegal juga lebih umum terjadi pada influenza, seringkali dengan tingkat keparahan yang tinggi. Kelemahan pada pilek cenderung ringan, sedangkan pada influenza bisa berlangsung sedang hingga berat, bahkan sampai satu bulan.

Gejala lain seperti terbaring di tempat tidur jarang terjadi pada pilek, tetapi bisa berlangsung 5-10 hari pada influenza. Pilek sering disertai dengan pilek dan bersin-bersin, sedangkan influenza hanya kadang-kadang. Batuk yang ringan mungkin muncul pada pilek, tetapi pada influenza bisa menjadi parah. Komplikasi dari pilek biasanya berupa sinus atau infeksi telinga, sedangkan influenza dapat menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, dan gagal hati yang dapat mengancam jiwa.

Profesor Iris menambahkan, "Pada kelompok dewasa dan lansia, influenza dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, perburukan penyakit kronis, bahkan kejadian kardiovaskular akut." Untuk pasien dengan gejala flu, pemeriksaan lebih lanjut sering direkomendasikan. Salah satu metode yang digunakan adalah pemeriksaan molekuler, seperti reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), yang dapat mendeteksi keberadaan virus influenza dengan akurasi tinggi.

RT-PCR mendeteksi materi genetik virus dari sampel usap hidung atau tenggorokan, dengan hasil yang biasanya keluar dalam waktu 24 jam. Alternatif lain adalah Tes Antigen Cepat (rapid influenza diagnostic test/RIDT), yang mendeteksi protein dari virus influenza melalui sampel yang sama, dengan hasil yang lebih cepat, sekitar 15-30 menit, meskipun akurasinya tidak setinggi RT-PCR.

// Artikel Terkait