Fakta Ekonomi

Mengapa Desil DTSEN Tidak Berubah Meski Data Diperbarui?

Pemerintah menggunakan Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menilai kesejahteraan penduduk, namun banyak masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan kategori desil yang diteri...

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
37 pembaca
Ilustrasi desil 2026/freepik
Ilustrasi desil 2026/freepik

Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) membagi data kesejahteraan penduduk menjadi sepuluh kelompok statistik berdasarkan berbagai variabel yang komprehensif. Pemeringkatan desil ini digunakan pemerintah sebagai acuan dalam mendistribusikan program bantuan sosial yang tepat sasaran. Masyarakat dapat memeriksa status desil mereka secara online dan mengajukan pembaruan data melalui birokrasi setempat.

Pengecekan desil sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat. Banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa keluarga mereka masuk dalam kategori desil 9 atau desil 10, meskipun secara nyata mereka merasa kondisi keuangannya biasa-biasa saja atau bahkan tidak mapan. Hal ini memunculkan pertanyaan penting: apa yang sebenarnya diukur oleh desil DTSEN?

Pengertian Desil dalam Statistik

Dalam statistik, istilah seperti kuartil, desil, dan persentil digunakan untuk menentukan posisi relatif suatu kelompok dalam urutan data. Konsep dasar desil adalah membagi keseluruhan data kesejahteraan keluarga di suatu wilayah menjadi sepuluh kelompok yang sama besar, masing-masing menampung 10% dari populasi, yang diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi. Oleh karena itu, jika sebuah keluarga termasuk dalam kategori desil 10, hal ini tidak berarti bahwa mereka adalah keluarga kaya dengan rumah mewah dan mobil mahal. Angka ini hanya menunjukkan bahwa secara komparatif, keluarga tersebut berada di kelompok 10% teratas dibandingkan dengan seluruh populasi keluarga yang terdaftar dalam DTSEN.

Penentuan tingkatan desil tidak hanya didasarkan pada besaran nominal penghasilan bulanan. Terdapat sejumlah variabel komprehensif yang mempengaruhi pemeringkatan, antara lain: kondisi fisik tempat tinggal, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan anggota keluarga, kepemilikan aset berharga, kondisi sosial serta ekonomi keluarga secara keseluruhan, dan validitas data kependudukan.

Klasifikasi Desil 1 hingga 10

Semakin kecil angka desil yang diperoleh, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga tersebut dalam sistem pemeringkatan DTSEN dari Kementerian Sosial. Pembagian posisi kesejahteraan ini dirinci sebagai berikut: Desil 1 mencakup 10 persen kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, Desil 2 hingga 4 merupakan kelompok kesejahteraan menengah ke bawah, Desil 5 adalah titik tengah atau kelompok menengah bawah, Desil 6 hingga 9 adalah kelompok menengah hingga tinggi, dan Desil 10 mencakup 10 persen kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Desil ini menjadi acuan bagi pemerintah dalam mendistribusikan berbagai program perlindungan dan bantuan sosial agar tepat sasaran.

Cara Memeriksa Desil DTSEN Menggunakan NIK

Masyarakat dapat memverifikasi status desil keluarganya secara mandiri dan online dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdiri dari 16 digit. Terdapat dua portal resmi yang dapat diakses untuk tujuan ini: melalui laman cek bansos Kementerian Sosial.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait