Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Mengapa Reptil dan Unggas Memiliki Warna Cerah Sementara Mamalia Tidak?

Reptil dan unggas dikenal memiliki warna-warna cerah, namun mamalia cenderung memiliki warna yang lebih monoton. Penjelasan ilmiah mengenai perbedaan ini diungkap oleh seorang ahli biologi evolusi.

P
Panca Akbar Saputra
30 April 2026 15 pembaca
Mengapa Reptil dan Unggas Memiliki Warna Cerah Sementara Mamalia Tidak?
detik.com Sumber: detik.com

Jakarta - Reptil dan unggas memiliki warna-warna yang mencolok dan indah, seperti hijau, biru, dan kuning. Namun, mengapa mamalia tidak memiliki warna yang serupa? Matthew Shawkey, seorang ahli biologi evolusi dari Universitas Ghent di Belgia, menjelaskan bahwa hewan menghasilkan warna tubuh melalui dua cara utama: dengan menggunakan pigmen pada kulit atau bulu, serta memanfaatkan struktur mikroskopis yang dapat memantulkan cahaya untuk menghasilkan warna yang cerah.

Berbeda dengan reptil dan unggas, mamalia tidak menggunakan kedua metode tersebut. Shawkey menjelaskan bahwa mamalia hanya memiliki satu jenis pigmen, yaitu melanin, yang menghasilkan warna cokelat dan hitam beserta variasinya. "Kehadiran pigmen tunggal itu menghasilkan semua warna yang terlihat pada mamalia," ujarnya. Ketiadaan pigmen lain memungkinkan munculnya area berwarna putih, seperti yang terlihat pada zebra dan panda.

Warna pada mamalia juga dipengaruhi oleh komposisi rambut yang membentuk bulu mereka. Rambut mamalia tidak menghasilkan pola yang diperlukan untuk menciptakan warna yang mencolok. Contohnya, mandrill memiliki warna merah dan biru yang mencolok, namun hanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak tertutup bulu. Sementara itu, warna hijau pada sloth berasal dari alga yang tumbuh di bulunya.

Sejarah evolusi mamalia juga berperan dalam perkembangan warna tubuh mereka. Selama lebih dari 100 juta tahun, mamalia hidup berdampingan dengan dinosaurus dan diperkirakan menjadi hewan nokturnal untuk menghindari predator. Dalam lingkungan yang gelap, warna tubuh yang cokelat dan abu-abu lebih efektif untuk kamuflase. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Vol. 387 pada 13 Maret 2025 menunjukkan bahwa mamalia purba juga cenderung memiliki warna gelap.

Warna yang terlalu mencolok pada mamalia kemungkinan tidak bertahan karena lebih mudah terlihat oleh predator. Meskipun jarang memiliki warna cerah, mamalia tetap memanfaatkan warna tubuh untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi dan kamuflase. Beberapa mamalia menggunakan pola warna kontras untuk berkomunikasi, seperti sigung yang memiliki pola hitam-putih sebagai tanda peringatan.

Penelitian terbaru juga menemukan bahwa beberapa mamalia dapat berpendar atau fluoresen ketika terkena sinar ultraviolet, serta menunjukkan fenomena iridesensi pada beberapa spesies tikus tropis, yang kemungkinan digunakan untuk komunikasi visual.

Dengan demikian, meskipun mamalia tidak memiliki warna yang mencolok seperti reptil dan unggas, mereka tetap memiliki cara unik untuk beradaptasi dan berkomunikasi melalui warna tubuh mereka.

// Artikel Terkait