Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan merilis angka pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I 2026 pada hari Selasa, 5 Mei 2026, pukul 11.00 WIB. Selain itu, BPS juga akan mengumumkan data mengenai Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia untuk bulan Februari 2026 serta Indeks Ketimpangan Gender tahun 2025.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi mengalami penurunan sebesar 11 poin atau 0,07 persen, menjadi Rp17.405 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp17.394 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan penurunan, dibuka melemah 3,38 poin atau 0,05 persen, sehingga berada di posisi 6.968,57. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan, yang dikenal sebagai Indeks LQ45, turun sebesar 0,80 poin atau 0,12 persen, mencapai posisi 673,76.
Dengan rilis data ekonomi yang akan datang, perhatian pasar akan tertuju pada bagaimana angka-angka tersebut dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dan pasar keuangan di Indonesia.