Wali Kota New York, Zohran Mamdani, telah mengajukan permohonan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menarik agen-agen imigrasi dari Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dari kota tersebut. Permintaan ini muncul setelah terjadinya insiden penembakan yang meningkatkan ketegangan di masyarakat. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, mengkritik keras pernyataan Mamdani, menyebutnya sebagai "kata-kata yang berbahaya dan memicu permusuhan," seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.
Mullin menjelaskan bahwa Oscar Belgal, pria berusia 28 tahun yang terkena tembakan oleh agen ICE di Bronx, memiliki riwayat kriminal yang panjang dan berusaha menghindari penangkapan. "Ia datang ke negara ini secara legal beberapa tahun lalu, dan sejak kedatangannya, ia telah melakukan kejahatan demi kejahatan," ujarnya. Belgal mengalami luka ringan di bagian leher dan segera dilarikan ke rumah sakit, sementara seorang anak berusia 5 tahun yang berada di dalam mobilnya saat kejadian tidak mengalami cedera.
Penjelasan Insiden Penembakan
Mullin menegaskan bahwa petugas ICE tidak menyadari bahwa ada seorang anak di dalam mobil ketika mereka mengambil tindakan tembakan. "Walikota, jika Anda membubarkan ICE, siapa yang akan menyingkirkan para penjahat dari jalanan di kota Anda sendiri?" tanya Mullin. Ia juga mempertanyakan, "Siapa yang akan menangkap para pembunuh, pencuri, dan anggota geng?"
Marcos Charles, pejabat senior ICE, menambahkan bahwa Belgal telah menolak perintah untuk keluar dari kendaraannya dan malah melaju kencang, menabrak dua kendaraan dinas ICE. "Ia kemudian menekan pedal gas kendaraannya, menabrak dua kendaraan dinas ICE kami, lalu menjadikan kendaraannya sebagai senjata dan melaju menuju petugas lainnya," ungkap Charles. "Petugas kami, dengan mengandalkan pelatihan mereka dan meyakini bahwa nyawa mereka, nyawa rekan-rekan mereka, serta masyarakat umum dalam bahaya, menggunakan pelatihan mereka dan melepaskan tembakan," tambahnya.
Tanggapan Wali Kota Mamdani
Sebelumnya, Departemen Kepolisian New York (NYPD) melaporkan bahwa seorang pria tertembak di area Marble Hill, Bronx, pada Kamis sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Insiden penembakan tersebut melibatkan agen ICE dan dipicu oleh konflik dengan agen imigrasi federal yang dikerahkan ke kota New York. Dalam pernyataannya, Mamdani menyatakan bahwa terdapat seorang anak berusia lima tahun di dalam mobil saat insiden itu terjadi, dan menyebut situasi tersebut sebagai "sangat serius dan tidak dapat diterima akal sehat."
Mamdani juga menekankan bahwa ia telah menghubungi Trump dan menyatakan, "Saat kami berbicara, saya akan menuntut agar beliau mengakhiri seluruh tindakan penegakan hukum oleh ICE di kota kita. Saya tidak akan tinggal diam saat agen-agen ICE meneror masyarakat kita," tegasnya.