Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak ratusan siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta untuk mengikrarkan komitmen menolak perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Ikrar ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati di lingkungan sekolah.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Gus Ipul saat melakukan kunjungan ke SRT 4 DKI Jakarta pada malam hari, Minggu (11/10). Ia mengingatkan kepada siswa bahwa perbedaan dalam latar belakang, suku, keyakinan, dan kebiasaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membeda-bedakan teman. “Macam-macam latar belakang, keyakinan, suku dan kebiasaannya. Tapi kita semua ini adalah saudara satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,” ungkapnya, didampingi oleh Kepala Sekolah SD Regut Sutrasto, Kepala Sekolah SMP Kundriyah, dan Kepala Sekolah SMA Ratu Mulyanengsih.
Menanamkan Nilai Toleransi
Gus Ipul meminta kepada para siswa untuk tidak menghina, meledek, atau merundung teman-teman mereka. Sebaliknya, mereka diharapkan untuk saling menghormati, menyayangi, dan menunjukkan sikap toleransi satu sama lain. “Ada teman-teman yang muslim, dan yang non-muslim. Gabung di sini, saling memperkuat, saling merangkul,” tambahnya.
Setelah itu, Gus Ipul memandu siswa untuk mengucapkan ikrar bersama. Mereka berkomitmen untuk tidak melakukan perundungan, kekerasan, atau tindakan intoleransi terhadap sesama. “Saya siswa Sekolah Rakyat, tidak akan melakukan kekerasan dalam bentuk apapun kepada teman saya. Karena semua teman adalah saudara saya,” seru Gus Ipul, diikuti oleh siswa-siswa secara serempak.
Dalam ikrar tersebut, siswa juga menyatakan komitmen untuk menghormati dan menyayangi teman, mencintai guru dan orang tua, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap negara. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjadi generasi emas Indonesia pada tahun 2045 dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diberikan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. “Saya siswa Sekolah Rakyat, siap menjadi generasi emas 2045. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ucap Gus Ipul, diikuti oleh siswa-siswa.
Pentingnya Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain menanamkan nilai persaudaraan, Gus Ipul juga mengingatkan siswa untuk membiasakan diri disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa disiplin adalah kunci untuk meraih keberhasilan, apa pun profesi yang ingin mereka pilih di masa depan. “Apapun nanti yang kalian pilih, mau jadi akademisi, pekerja terampil, atau pengusaha, apapun pilihanmu, kunci sukses itu satu, yaitu disiplin,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa disiplin dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti bangun tidur tepat waktu, beribadah, belajar, makan, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Gus Ipul juga mengajak siswa untuk ikut menjaga dan merawat gedung permanen Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga fasilitas sekolah tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan, guru, atau tenaga kependidikan, tetapi juga memerlukan partisipasi dari siswa. “Partisipasi dari anak-anakku sekalian dibutuhkan. Anak-anakku sekalian siap ikut bersih-bersih?” tanyanya, yang langsung disambut antusias oleh siswa-siswa.
Kunjungan Gus Ipul diakhiri dengan penampilan siswa yang menunjukkan bakat dan keterampilan dari kegiatan ekstrakurikuler. Acara ini dipandu oleh Jasmia, seorang siswa Sekolah Rakyat, yang membawakan acara dengan penuh percaya diri. Lima siswa membuka rangkaian penampilan dengan menampilkan tari piring, diikuti oleh atraksi pencak silat yang memukau. Para siswa yang mengenakan pakaian hitam menunjukkan gerakan yang sigap dan bertenaga.
Setelah itu, mereka melanjutkan dengan demonstrasi karate, di mana siswa menunjukkan ketangkasan melalui serangkaian gerakan yang terampil. Paduan suara kemudian membawakan dua lagu, yaitu We Raise Up dari Josh Groban dan Perahu Retak. Libo, seorang anak asal Papua yang viral di media sosial karena ketulusan hatinya, juga turut bergabung dalam paduan suara bersama siswa Sekolah Rakyat. Libo kini merupakan siswa Sekolah Rakyat di Bekasi. Sebagai penutup, Viona, seorang siswi Sekolah Rakyat kelas 10, membawakan lagu Zapin Melayu, yang suaranya merdu dan khas Melayu, mengundang tepuk tangan meriah dari para siswa yang menyaksikan.