Fakta Nasional

Misteri Penemuan Mayat Terbungkus Kain di Jakarta Barat, Hasil Visum Polisi Terungkap

Polisi mengungkapkan bahwa hasil visum terhadap mayat pria berinisial MF (24) yang ditemukan terbungkus kain hitam di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak menunjukkan tanda kekerasan. Penyelidikan masih...

F
Fidzu Ardaf
11 October 2026
23 pembaca
Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)
Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)

Hasil visum dari RS Polri menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kekerasan yang menyebabkan kematian MF (24), seorang pria yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh polisi melalui pemeriksaan di laboratorium Mabes Polri, sementara kain hitam yang membungkus tubuh korban diketahui merupakan sleeping bag.

Polisi mengonfirmasi bahwa MF ditemukan dalam keadaan terbungkus kain berwarna hitam di dalam kamar indekosnya di Jalan Salam IV pada Kamis (8/10/2026). Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Darto Napitupulu, menyatakan, "Sudah divisum RS Polri. Hasil, tidak ada kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia." Saat ini, penyelidikan lanjutan sedang berlangsung di laboratorium Mabes Polri.

Keberadaan Korban Sebelum Ditemukan

Keluarga MF kehilangan kontak dengan korban selama dua hari sebelum penemuan tersebut. Kakak korban, Fani, menjelaskan bahwa mereka sempat berkomunikasi melalui telepon pada Selasa (6/10), namun tidak bisa menghubunginya lagi pada Rabu dan Kamis. Fani yang berada di luar negeri memutuskan untuk memesan ojek online pada Kamis pagi untuk memeriksa kondisi adiknya.

Setibanya di lokasi, pengemudi ojek online mencoba menghubungi korban melalui video call, namun tidak mendapatkan jawaban. Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga penjaga kos mengambil kunci serep, tetapi tidak berhasil membukanya. Akhirnya, penjaga kos meminta izin kepada pemilik untuk mendobrak pintu demi mengetahui keadaan MF.

Kondisi Penemuan dan Temuan di Lokasi

Setelah pintu berhasil dibuka, kondisi kamar gelap karena listrik mati. Fani menjelaskan bahwa tubuh MF ditemukan terbaring di kasur, tertutup selimut yang membungkusnya rapat dari kepala hingga kaki. "Tidak bergerak," jelasnya. Penjaga kos dan orang-orang di sekitar tidak berani menyentuh korban dan memanggil pengurus RT untuk melaporkan kejadian tersebut.

Fani juga mengungkapkan bahwa di dekat tubuh MF ditemukan telepon seluler yang sedang mengisi daya serta dua botol cairan yang diduga cloroform. Penjaga kos sempat melihat MF pada Rabu sore, namun tidak mendengar suara keributan apapun di malam harinya. CCTV di lokasi telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Sampai saat ini, kematian MF masih menjadi misteri. Fani menambahkan bahwa hasil sementara dari kepolisian menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tubuh MF ditemukan dalam keadaan membengkak dan sulit dikenali, hanya mengenakan jam tangan pintar, dengan wajah tertutup dua lapis masker dan handuk yang menutupi mulut serta hidungnya.

Artikel Terkait