Fakta Nasional

Momen Menarik Saat Empat Pesawat Tempur Mendarat di Jalan Tol Paspro

Jalan tol Pasuruan-Probolinggo menjadi lokasi pendaratan empat pesawat tempur TNI AU pada Kamis, 22 Oktober 2026, menarik perhatian warga sekitar yang antusias menyaksikan momen tersebut.

F
Fidzu Ardaf
23 October 2026
19 pembaca
Jet tempur F-16 Fighting Falcon ketika melakukan uji coba take off dan landing di Jalan Tol Paspro. (www.instagram.com/@militer.udara)
Jet tempur F-16 Fighting Falcon ketika melakukan uji coba take off dan landing di Jalan Tol Paspro. (www.instagram.com/@militer.udara)

Suasana di jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) mendadak sepi pada pagi hari Kamis, 22 Oktober 2026. Ruas tol yang memiliki panjang 3,5 kilometer dan lebar 24 meter ini, yang biasanya dipenuhi kendaraan, berfungsi sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Warga yang tinggal di sekitar tol terlihat berkumpul di sepanjang KM 834 hingga 837+500, ingin menyaksikan langsung uji coba pendaratan dan lepas landas yang dilakukan oleh empat pesawat tempur. Uji coba ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan dua pesawat EMB-314 Super Tucano yang berasal dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Kedua pesawat tersebut melakukan penerbangan rendah terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan runway.

Setelah itu, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi Madiun turut serta dalam uji coba ini. Menurut keterangan dari TNI AU, setelah mendapatkan izin dari menara kontrol darurat yang telah disiapkan, Super Tucano melakukan manuver pertama. Pesawat tersebut mendekati dari arah timur, menurunkan ketinggian, membuka roda pendaratan, dan mendarat dengan mulus di atas aspal tol yang telah dimodifikasi untuk menyerupai landasan pacu. Suara mesin pesawat yang menggelegar disambut dengan tepuk tangan dari warga yang menyaksikan.

Tak lama kemudian, giliran jet tempur F-16 yang melakukan pendaratan. Dengan kecepatan tinggi, pesawat buatan Amerika Serikat ini mendarat, mengerem dalam jarak pendek, dan melaju pelan di tengah ruas tol. Setelah dinyatakan aman oleh tim teknis, kedua pesawat melakukan lepas landas. Mesin dihidupkan penuh, pesawat melaju kencang di atas tol sebelum terbang ke udara, meninggalkan jejak asap tipis di belakang.

Tujuan Uji Coba dan Pemanfaatan Infrastruktur

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono menjelaskan bahwa uji coba pendaratan dan lepas landas di jalan tol ini dilakukan sebagai alternatif untuk mendukung operasi udara. Ini juga merupakan upaya untuk memanfaatkan infrastruktur tol sebagai landasan alternatif dalam situasi tertentu. "Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan. Itu sebabnya kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama di jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara," ungkap Tonny.

Uji coba ini berlangsung dari 19 hingga 22 Oktober 2026. Tonny juga menekankan bahwa jalan tol tetap berfungsi sebagai sarana transportasi bagi masyarakat, sehingga kepentingan publik dan keselamatan pengguna jalan harus tetap diutamakan. Selain Tol Pasuruan-Probolinggo, ada beberapa jalan tol lain yang berpotensi digunakan sebagai alternatif untuk pendaratan darurat, seperti Tol Cibinong-Cilincing dan tol di Lampung. Rencana pembangunan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menjadi perhatian.

Pentingnya Kesiapan Infrastruktur Pertahanan

Tonny menambahkan, ke depan TNI AU akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan dan pemetaan jalan tol agar beberapa ruas yang memenuhi syarat dapat disiapkan sebagai landasan alternatif untuk mendukung operasi udara. Sebelumnya, uji coba pendaratan dan lepas landas juga telah dilakukan di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung pada 11 Februari 2026 dengan pesawat yang sama.

Mantan Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa uji coba pendaratan jet tempur di jalan tol ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem pertahanan negara. "Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar," ujarnya. Donny menegaskan bahwa uji coba ini bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari konsep besar pertahanan negara yang melibatkan seluruh elemen, termasuk infrastruktur sipil.

Dia menambahkan, jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan. Konsep ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam upaya bela negara, termasuk kementerian teknis, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang bersedia menggunakan jalur alternatif.

Artikel Terkait