Fakta Ekonomi

MSCI Soroti Tantangan Pasar Saham Indonesia, Serukan Penghapusan Bad Actors

Dalam sebuah konferensi, MSCI mengungkapkan keprihatinan terhadap pasar saham Indonesia dan menekankan perlunya reformasi untuk mengatasi masalah yang ada. Para investor diingatkan akan pentingnya reg...

D
Dila Rakasiwi
22 October 2026
22 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Sebuah konferensi yang diadakan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengungkapkan rasa terkejut para investor mengenai peringatan yang diberikan kepada pasar saham Indonesia. Dalam laporan yang dirilis oleh Bloomberg pada Kamis (22/10/2026), Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, menegaskan bahwa masalah yang dihadapi Indonesia bukanlah terkait dengan indeks, melainkan merupakan isu yang lebih besar di pasar itu sendiri.

Subramanian menyatakan bahwa reformasi mendesak diperlukan untuk menghilangkan "pihak-pihak yang berperilaku buruk (bad actors)". Peringatan ini menegaskan bahwa Indonesia, yang berusaha menghindari penurunan status pasar sahamnya, harus meyakinkan MSCI dan investor global bahwa mereka mampu melakukan regulasi pasar saham dengan efektif.

Tantangan Regulasi Pasar Saham

Peringatan dari MSCI seminggu lalu menunjukkan bahwa sekadar menerapkan aturan baru tidak cukup untuk memperbaiki situasi yang ada. Dengan waktu yang semakin mendesak hingga Juni 2027, tantangan bagi para pengambil kebijakan di Indonesia adalah membangun penegakan hukum yang kuat, mengungkap kepemilikan yang tidak transparan, menyelidiki perdagangan yang mencurigakan, serta menjatuhkan sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kelompok bisnis berpengaruh di negara tersebut.

Dampak Potensial Terhadap Ekonomi

MSCI menilai bahwa tanggung jawab yang dihadapi Indonesia sangat besar, mengingat posisi negara tersebut di pasar global terancam. Jika status Indonesia berubah menjadi pasar mandiri (standalone market), hal ini akan mengeluarkan negara dari kategori pasar perbatasan (frontier market), yang dapat memicu arus keluar modal hingga miliaran dolar. Hal ini semakin diperparah dengan catatan bahwa investor global telah melakukan penjualan bersih saham lokal senilai 5,3 miliar dolar AS sepanjang tahun ini, yang diperkirakan akan menjadi arus keluar terbesar yang pernah terjadi.

Artikel Terkait