Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Negara Tetangga RI Juga Menghadapi Invasi Ikan Sapu-sapu, Tercatat 31 Ton Ditangkap!

Malaysia mengalami masalah serupa dengan Indonesia terkait invasi ikan sapu-sapu, dengan total penangkapan mencapai 31 ton pada tahun 2024.

P
Padma Dewi
30 April 2026 12 pembaca
Negara Tetangga RI Juga Menghadapi Invasi Ikan Sapu-sapu, Tercatat 31 Ton Ditangkap!
detik.com Sumber: detik.com

Jakarta - Invasi ikan sapu-sapu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Malaysia. Pada tahun 2024, negara tersebut berhasil menangkap 31 ton ikan sapu-sapu. Informasi ini disampaikan oleh Triyanto, Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, dalam acara Media Longue Discussion mengenai ikan sapu-sapu di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, pada Kamis (30/4).

"Tetangga kita ini udah duluan kena masalah," ungkap Triyanto. Ia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang ditangkap di Malaysia berasal dari para pecinta ikan hias, mirip dengan situasi di Indonesia. Ikan-ikan ini kemudian dilepaskan ke alam bebas, yang mengancam keberadaan ikan asli di perairan tersebut.

Selama periode COVID-19, masyarakat setempat melakukan perburuan ikan sapu-sapu secara berkala. Mereka berkumpul setiap minggu untuk berburu ikan tersebut, dan total 31 ton ikan sapu-sapu berhasil dikumpulkan dari sungai-sungai di Kuala Lumpur.

Pemerintah Malaysia juga memberikan insentif kepada warga yang menangkap ikan sapu-sapu. Direktur Jenderal Departemen Perikanan Malaysia, Adnan Hussain, menyatakan bahwa berbagai langkah telah diambil untuk mengurangi invasi ikan, termasuk melepaskan sekitar 33,6 juta ikan dan udang asli ke sungai-sungai di seluruh Malaysia dari 2021 hingga 2025. Pada akhir 2024, pemerintah negara bagian Selangor juga memperkenalkan skema pembayaran satu ringgit Malaysia (sekitar Rp 4.369) untuk setiap kilogram ikan sapu-sapu yang ditangkap dari dua sungai. Ikan yang ditangkap akan diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik.

Namun, upaya untuk membasmi ikan sapu-sapu tidaklah mudah. Profesor Amirrudin Ahmad, peneliti ikan dari Universiti Malaysia Terengganu, menyatakan bahwa hampir tidak mungkin untuk menghilangkan spesies invasif ini. "Begitu banyak spesies yang hidup (di perairan asli), dan menyingkirkan spesies invasif dengan cara meracuni air sama sekali tidak mungkin," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan suhu akibat perubahan iklim memungkinkan spesies predator seperti lele ekor merah Mekong untuk berkembang biak di perairan hulu yang lebih dingin di Malaysia.

Dengan tantangan yang ada, invasi ikan sapu-sapu menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan lebih lanjut dari pemerintah dan masyarakat.

// Artikel Terkait