Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan pertemuan virtual dengan 336 investor dari berbagai belahan dunia pada hari Senin, setelah pengumuman yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah reformasi yang akan diambil dalam pasar modal serta memberikan penjelasan resmi kepada para investor.
Komitmen OJK dalam Meningkatkan Transparansi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 336 investor, baik dari regional maupun global. Dalam sesi ini, para investor meminta informasi mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh regulator ke depan, terutama terkait dengan reformasi pasar modal Indonesia. "Kami juga mendapatkan permintaan kelompok investor hampir 336 investor regional global ikut di dalam zoom meeting bersama kami di OJK dan bursa mereka menanyakan apa yang akan dilakukan ke depan dan seterusnya," ungkapnya di JIEXPO Kemayoran pada Kamis (22/10/2026).
Pentingnya Informasi Langsung dari OJK
Hasan menjelaskan bahwa permintaan untuk berkomunikasi dari investor institusi asing meningkat setelah pengumuman MSCI yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi banyak investor. Mereka membutuhkan informasi langsung dari pihak otoritas untuk memahami perkembangan dan langkah-langkah yang akan diambil oleh regulator. "Mereka mengharapkan adanya sumber informasi resmi dan langsung dari otoritas, OJK, bursa, dan juga tentu para pelaku," tambahnya.
Lebih lanjut, Hasan menekankan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk memberikan penjelasan yang diperlukan. OJK berkomitmen untuk melanjutkan reformasi pasar modal dan akan terus berkoordinasi dengan BEI serta pelaku pasar untuk meningkatkan transparansi informasi dan memastikan pengawasan yang efektif. "Secara tegas, OJK tentu bersama regulator bursa dan seluruh pelaku berkomitmen untuk fokus, sungguh-sungguh, dan serius menuntaskan seluruh agenda reformasi integritas di pasar modal Indonesia," jelasnya.
Dia juga menyebutkan bahwa salah satu langkah penting adalah meningkatkan transparansi informasi, khususnya mengenai pengungkapan kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat membantu penyedia indeks dan investor untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang siapa saja yang memiliki saham di pasar modal Indonesia. "Yang kita harapkan dengan begitu memudahkan seluruh pihak, indeks provider maupun investor, dalam mengetahui secara persis sebetulnya siapa pemilik saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia," tegasnya.