Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok separatis yang harus ditindak tegas. Ia menekankan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok separatis di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Agus sebagai respons terhadap tudingan dari anggota OPM yang mengklaim bahwa TNI melakukan serangan menggunakan pesawat Super Tucano di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
"OPM kan separatis ya maka harus ditumpas. Tak boleh ada separatis di negara kita," kata Agus saat memberikan keterangan di Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu, 27 September 2026.
Penanganan Masalah Papua
Agus menambahkan bahwa permasalahan yang terjadi di Papua, terutama yang berkaitan dengan OPM, bukan hanya tanggung jawab TNI. Ia mendorong agar semua pihak berkontribusi dalam penanganan di Papua agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara komprehensif. Menurutnya, jika hanya TNI yang terlibat, hal itu akan menciptakan persepsi bahwa militer melakukan tindakan kekerasan.
"Kalau konotasinya hanya TNI nanti (dianggap melakukan) kekerasan. Padahal, TNI di sana itu melakukan operasi teritorial secara masif, mengurus gereja, hingga melakukan pengeboran untuk mendapatkan air bersih," jelas mantan KSAD tersebut.
Kontak Tembak di Intan Jaya
Sebelumnya, pada Jumat, 25 September 2026, Satgas TNI Habema terlibat kontak tembak dengan OPM di sekitar Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam insiden tersebut, empat anggota OPM yang tergabung dalam kelompok Daniel Aibon Kogoya tewas. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa keberadaan kelompok separatis tersebut terdeteksi melalui pemantauan menggunakan pesawat nirawak.
Lucky menambahkan bahwa TNI tidak langsung mengambil tindakan represif, melainkan telah berupaya melakukan pendekatan persuasif sebelum kontak tembak terjadi. "Kami telah terlebih dahulu melakukan berbagai upaya persuasif, mengetuk hati mereka agar mau meletakan senjata demi kedamaian di Tanah Papua," ungkapnya.
Namun, upaya tersebut dibalas dengan tembakan dari anggota OPM. Dalam kontak tembak itu, TNI berhasil menewaskan empat anggota OPM, sementara anggota lainnya melarikan diri ke hutan. TNI juga menemukan dan menyita beberapa barang milik OPM, termasuk senapan serbu, amunisi, dan barang-barang lainnya.
Lucky menegaskan bahwa tim gabungan dari kepolisian dan TNI akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua. "Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujarnya. Ia memastikan bahwa satgas TNI tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam situasi mendesak, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.