Fakta Ekonomi

Pasar Kripto Menanti Hasil Pertemuan FOMC

Keputusan dari Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi sorotan bagi pelaku pasar kripto, karena dapat memengaruhi suku bunga dan sentimen terhadap aset digital. Pergerakan harga Bitcoin dan Ether...

A
Agustinus Jaya Wiratama
16 September 2026
38 pembaca
Foto: Dok Freepik
Foto: Dok Freepik

Keputusan dari Federal Open Market Committee (FOMC) menjadi fokus utama para pelaku pasar kripto, mengingat dampaknya terhadap ekspektasi suku bunga, likuiditas, dan sentimen terhadap aset digital. Reaksi harga Bitcoin dan Ethereum tidak selalu langsung terpengaruh, karena respons pasar juga tergantung pada ekspektasi mengenai kebijakan moneter yang akan datang.

FOMC dijadwalkan mengadakan pertemuan pada tanggal 15-16 September 2026 waktu Amerika Serikat. Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga akan memperhatikan pernyataan dan proyeksi ekonomi dari The Fed untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan ke depan.

Pengaruh Data Ekonomi Terhadap Pasar Kripto

Dampak dari FOMC terhadap aset kripto tidak hanya berasal dari keputusan suku bunga, tetapi juga dari perubahan ekspektasi pasar. Data ekonomi, seperti inflasi, menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan karena dapat memengaruhi perkiraan terhadap arah kebijakan The Fed. Sebagai contoh, pada bulan Juni 2026, laporan dari CoinDesk menyebutkan bahwa data inflasi di Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan mengakibatkan penurunan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed dari 43 persen menjadi 13 persen. Hal ini berimbas pada kenaikan harga Bitcoin sekitar 3,6 persen menjadi sekitar US$64.800, sementara Ether naik sekitar 5,3 persen.

Perhatian Terhadap Inflasi Menjelang FOMC

Menjelang pertemuan FOMC pada bulan September, perhatian pasar kembali tertuju pada perkembangan inflasi. Menurut laporan Reuters, Indeks Harga Konsumen (CPI) di Amerika Serikat pada bulan Agustus mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, yang turut memengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut. Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menyatakan bahwa FOMC merupakan salah satu faktor makroekonomi yang penting untuk diperhatikan, karena keputusan dan komunikasi dari The Fed dapat memengaruhi ekspektasi pasar. “Namun, dampaknya terhadap aset kripto tetap perlu dilihat bersama faktor ekonomi dan kondisi pasar lainnya,” ujarnya.

Pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum setelah pertemuan FOMC dapat bergantung pada bagaimana keputusan The Fed dibandingkan dengan ekspektasi yang telah terbentuk. Keputusan yang sesuai dengan perkiraan pasar dapat menghasilkan respons yang berbeda dibandingkan dengan kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari yang diharapkan. Selain itu, dampak dari kebijakan moneter juga dapat terlihat sebelum keputusan FOMC diumumkan, karena pelaku pasar terus menyesuaikan posisi berdasarkan data ekonomi terbaru.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya keputusan suku bunganya, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan dan proyeksi The Fed juga dapat menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan berikutnya,” tambah Ryan.

FOMC bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga aset kripto. Kondisi ekonomi di Amerika Serikat, pergerakan dolar, likuiditas global, arus dana, sentimen pasar, serta perkembangan industri kripto juga dapat berkontribusi terhadap pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya. Selain itu, data pasar derivatif seperti posisi long/short dan open interest dapat memberikan gambaran tambahan mengenai posisi pelaku pasar di tengah ketidakpastian.

Berdasarkan data dari pasar global Binance/USA yang diamati pada 15 September 2026 sore, sekitar 73,76 persen investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 26,24 persen berada pada posisi short. Rasio Long/Short tercatat sebesar 2,81. Di sisi lain, pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 58,88 persen akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 41,12 persen mengambil posisi short, dengan rasio long/short tercatat 1,43.

Posisi long dan short menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap pergerakan harga, sedangkan open interest menunjukkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Data ini dapat digunakan untuk memahami perubahan posisi pasar sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC. Namun, perlu dicatat bahwa data positioning bukanlah indikator pasti mengenai arah harga, karena posisi dapat berubah dengan cepat ketika volatilitas meningkat setelah rilis data ekonomi atau keputusan bank sentral.

Dalam situasi pasar yang dapat berubah setelah agenda ekonomi penting, Bittime Futures menawarkan akses terhadap perdagangan futures aset kripto, yang memungkinkan pengguna untuk mengelola posisi long maupun short. Namun, perdagangan futures juga memiliki risiko, termasuk risiko dari pergerakan harga dan penggunaan leverage, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum melakukan transaksi.

FOMC dapat berfungsi sebagai salah satu katalis bagi pasar kripto, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga. Kebijakan The Fed, data ekonomi di Amerika Serikat, ekspektasi pasar, likuiditas, serta kondisi industri aset digital perlu diperhatikan secara bersamaan untuk memahami dinamika pergerakan Bitcoin dan Ethereum.

Artikel Terkait