Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa jenazah Guruh Soekarnoputra akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Karet, Jakarta, setelah salat Zuhur pada hari Sabtu, 26 September 2026. Sandiaga menegaskan bahwa pemakaman di lokasi tersebut adalah sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Guruh sebelum meninggal.
"Rencananya nanti setelah zuhur akan dimakamkan di Karet Bivak. Dan itu sesuai pesan beliau," kata Sandiaga setelah melayat di rumah duka yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Lokasi Pemakaman di Sebelah Makam Ibu
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa lokasi pemakaman Guruh akan berada di samping makam ibunya, Fatmawati Soekarnoputri. Hasto menambahkan bahwa keluarga masih akan melakukan musyawarah untuk menentukan waktu pemakaman putra dari Presiden pertama RI, Soekarno tersebut. Saat ini, jenazah Guruh telah berada di kediamannya.
"Hari ini jenazah Mas Guruh sudah berada di kediaman beliau dan nanti rencana akan dimakamkan berada di sebelah Ibu Fatmawati," ungkap Hasto saat ditemui di rumah duka. "Ya, nanti ini ada musyawarah keluarga terlebih dahulu untuk menentukan kapan Mas Guruh nantinya akan dimakamkan," tambahnya.
Kehilangan Besar bagi Keluarga dan PDIP
Menurut Hasto, keluarga besar PDIP sangat merasakan kehilangan atas sosok Guruh yang meninggal pada usia 73 tahun. Ia menyebut Guruh sebagai seniman besar, pejuang partai, dan Marhaenis yang telah memberikan warna dalam kehidupan sosial dan budaya melalui berbagai karya-karyanya.
Hasto juga menyebutkan bahwa Guruh memiliki kontribusi yang signifikan di PDIP, termasuk menciptakan lagu Mars PDI Perjuangan. Sebagai bentuk penghormatan, jajaran PDIP dari DPP hingga anak ranting akan mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari.