Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan pembangunan sasana tinju dan fasilitas olahraga di Kampung Melayu, Jakarta Timur, dengan harapan dapat mendorong kegiatan positif di kalangan pemuda, mempererat hubungan antarwarga, serta mengurangi risiko tawuran.
Pembangunan fasilitas ini merupakan instruksi langsung kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Olahraga, diiringi dengan permintaan untuk menangani masalah kebersihan agar tempat tersebut dapat berfungsi sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat.
Tujuan Pembangunan Fasilitas Olahraga
Pramono Anung menyampaikan bahwa keberadaan sasana tinju ini bertujuan untuk menciptakan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat terlibat dalam kegiatan positif dan membangun kebersamaan. Ia menjelaskan, “Kenapa ada di Kampung Melayu, sekaligus untuk itu tadi, membuat kerukunan masyarakat yang ada di Kampung Melayu menjadi lebih akrab, lebih baik. Karena kita ketahui dulu di sana juga sering kali terjadi tawuran, maka kita dirikan sasana itu,” saat memberikan keterangan di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa pembangunan fasilitas ini adalah instruksi langsung kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Olahraga. Ia juga meminta agar masalah kebersihan di area tersebut diperhatikan, dengan harapan fasilitas olahraga ini bisa menjadi tempat berkumpul yang memperkuat hubungan antarwarga. “Pengalaman kita waktu di Jakarta Timur juga tempat yang seperti itu ternyata membuat kebersamaan menjadi semakin kuat, masyarakat dan terutama pemudanya menjadi semakin akrab,” ujarnya.
Upaya Mengatasi Tawuran di Manggarai
Sementara itu, terkait dengan tawuran yang masih terjadi di Manggarai, Pramono menyatakan bahwa meskipun fasilitas olahraga telah dibangun, hal tersebut belum cukup untuk menghentikan insiden tawuran di kawasan tersebut. Ia mengungkapkan, “Padahal di tempat itu sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada."
Untuk mencegah terulangnya tawuran, kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan pemuda setempat sepakat untuk mendirikan posko bersama sebagai langkah preventif. “Untuk itu kemarin baik dari kepolisian, dari TNI, dari pemerintah daerah DKI Jakarta akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama dan saya menyetujui untuk itu dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu,” pungkasnya.