Fakta Ekonomi

Pemerintah Ciptakan Program Magang untuk Atasi Pengangguran Lulusan S1

Sekitar satu juta lulusan S1 di Indonesia menganggur dalam setahun terakhir, mendorong pemerintah untuk meluncurkan program magang guna meningkatkan kesempatan kerja.

N
Naufal Akbar
19 October 2026
16 pembaca
Foto: Thoudy Badai/Republika
Foto: Thoudy Badai/Republika

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa sekitar satu juta lulusan strata satu (S1) belum mendapatkan pekerjaan dalam waktu satu tahun. Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah yang berupaya memperluas peluang kerja dan memanfaatkan bonus demografi yang ada di Indonesia.

Dalam sebuah forum yang diadakan di Jakarta, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja terdidik. Pemerintah berkomitmen untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan lulusan perguruan tinggi melalui berbagai program ketenagakerjaan.

Strategi Pembangunan Ekonomi yang Inklusif

Dida menyatakan, "Salah satunya lulusan S1 kita ternyata yang belum bekerja selama setahun itu ada sekitar 1 juta orang lulusan S1." Dia menambahkan bahwa Indonesia kini berada dalam fase bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya kesempatan kerja bagi sebagian masyarakat, termasuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pemerintah perlu menjaga stabilitas sektor padat karya agar dapat menyediakan lebih banyak kesempatan kerja. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Dida menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan program magang untuk lulusan perguruan tinggi guna membantu mengatasi masalah ini. Seluruh biaya program ditanggung oleh pemerintah, dan peserta akan mendapatkan kesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan.

"Oleh karenanya pemerintah memperkenalkan program magang, dananya itu semua dari pemerintah dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan," kata Dida. Program ini diharapkan dapat membantu lulusan perguruan tinggi mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional.

Menjawab Tantangan Pengalaman Kerja

Dida juga menyoroti masalah yang sering dihadapi oleh pencari kerja, di mana banyak perusahaan mensyaratkan pengalaman dalam proses perekrutan. Hal ini menjadi tantangan bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Melalui program magang, pemerintah berusaha untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan lulusan perguruan tinggi yang memerlukan pengalaman praktis.

"Ini untuk menjembatani stigma lulusan perguruan tinggi, pasti kalau wawancara ditanya pertama adalah pengalaman kerja, ya. Jadi dengan program magang ini itu bisa, bisa dipenuhi," ujar Dida. Ia menambahkan bahwa pemerintah menempatkan kesetaraan dan inklusivitas sebagai bagian penting dari arah pembangunan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu berjalan seiring dengan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga melihat potensi pengembangan ekonomi hijau, transisi energi, dan pengelolaan limbah sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru. Sektor-sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi yang produktif.

Dida menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait