Presiden Prabowo telah memberikan instruksi untuk membangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Target ini bertujuan agar sekolah-sekolah tersebut dapat hadir di setiap kabupaten dan kota, sehingga memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa-siswa berprestasi dari berbagai daerah.
Tujuan dan Metode Pendidikan SNT
Sekolah Nasional Terintegrasi ini dirancang untuk mendukung siswa berprestasi dengan lingkungan belajar, kurikulum, serta metode pendidikan yang disesuaikan guna mengembangkan potensi dan bakat mereka. SNT 7 Bogor, yang mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026, telah menerima 80 siswa dan menerapkan pendekatan STEAMS, Pembelajaran Mendalam, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, menyatakan bahwa Presiden Prabowo ingin SNT berdiri di seluruh kabupaten dan kota dalam tiga tahun ke depan. Menurutnya, SNT merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menciptakan manusia Indonesia yang unggul dan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak berprestasi yang mungkin tidak terjangkau oleh sistem pendidikan yang ada.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua
"Cita-cita Pak Presiden pada saat meluncurkan gagasan ini adalah melakukan suatu pemerataan pendidikan berkualitas ke seluruh Indonesia yang diharapkan menjadi wadah belajar bagi anak-anak berprestasi yang ada di berbagai penjuru Indonesia yang mungkin tidak terjangkau," ungkap Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Sugiono menekankan pentingnya lingkungan belajar yang kondusif, kurikulum yang sesuai, dan metode pendidikan yang tepat untuk mendukung pengembangan potensi siswa. "Presiden Prabowo tidak ingin melihat ada satu pun siswa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di seluruh pelosok tanah air kehilangan kesempatan untuk memperoleh akses di sekolah berkualitas," tambahnya.
Selama kunjungan tersebut, Sugiono juga memeriksa proses pembelajaran, fasilitas laboratorium, serta karya-karya siswa yang dihasilkan melalui Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial. SNT 7 Bogor memiliki 15 tenaga pendamping yang mengimplementasikan pendekatan STEAMS, yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan olahraga dalam proses belajar mengajar.
Sugiono berinteraksi dengan siswa SNT 7 Bogor mengenai pengalaman belajar mereka, termasuk secara daring dengan sekitar 1.300 siswa dari 16 SNT lainnya di berbagai daerah. "Saya lihat tadi para murid yang belajar di SNT ini mengembangkan semua potensi yang dimilikinya, mengembangkan semua talenta yang mereka punya, menyesuaikan dengan kurikulum yang disediakan di sini," ujarnya.
Menurut Sugiono, lingkungan belajar yang baik, bersama dengan kurikulum dan metode pendidikan yang tepat, dapat memberikan ruang bagi anak-anak berpotensi untuk berkembang secara optimal. "Saya mengatakan bahwa apa yang menjadi cita-cita dan keinginan Bapak Presiden mulai terwujud. Bahwa anak-anak yang mempunyai potensi besar jika disekolahkan dalam sebuah lingkungan yang baik, kurikulum yang baik, cara pendidikan yang baik, akan menghasilkan anak-anak yang luar biasa," tuturnya.
Dia juga menambahkan bahwa pelaksanaan pendidikan di SNT merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan manusia unggul sebagai bagian dari transformasi pendidikan. Sugiono berharap kualitas pendidikan yang diberikan oleh SNT dapat mendorong lebih banyak anak berprestasi untuk mengikuti program tersebut. "Saya kira ini merupakan salah satu pengejawantahan manusia unggul yang menjadi keinginan transformasi besar Bapak Presiden Prabowo. Saya yakin anak Indonesia tidak kalah dengan anak-anak lain di dunia, mereka memiliki potensi besar," pungkasnya.