Jakarta - Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah berencana untuk membangun Universitas Republik Indonesia (URI) yang akan mengintegrasikan berbagai aspek pendidikan yang sudah ada, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dan Lembaga Administrasi Negara.
"Jadi, Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan juga di pemerintahan," ungkap Gubernur URI, Donny Ermawan Taufanto, dalam konferensi pers di Istana Negara setelah pelantikannya pada Rabu (23/7/2026).
Rencana Pembangunan dan Integrasi Pendidikan
Donny menjelaskan bahwa akan ada sepuluh universitas yang dibangun di bawah naungan URI, yang juga akan terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). "Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," tambahnya.
Pengajar dan Kurikulum di URI
Pengajar di URI akan terdiri dari tenaga pengajar baik dari dalam negeri maupun luar negeri, serta dosen dari universitas lainnya. Perkuliahan di URI akan dilaksanakan dengan skema beasiswa. "Beasiswa, beasiswa semuanya," tegasnya.
Menurut Donny, lulusan URI akan mendapatkan gelar yang sama seperti di kampus lainnya, termasuk gelar sarjana dan insinyur. Meskipun jurusan yang ditawarkan akan serupa dengan kampus lain, URI akan memberikan penekanan pada pembelajaran keterampilan manajerial, kebangsaan, dan patriotisme. "Kalau Lemhanas ini akan melaksanakan tugas sendiri ya terkait dengan ketahanan nasional. Kalau kita ini lebih banyak pada pendidikan manajerial skill, dilengkapi dengan wawasan kebangsaan, cinta kepada Tanah Air, patriotisme, punya karakter, integritas yang tinggi, kejujuran, dan lain sebagainya," jelasnya.
Saat ini, URI sudah menjalankan program batch pertama dengan 399 peserta yang merupakan pegawai baru BUMN. Mereka baru saja menyelesaikan kegiatan long march di rute Panglima Sudirman, di mana mereka mendapatkan materi tentang nilai-nilai perjuangan Panglima Sudirman yang pantang menyerah.
Donny menambahkan, "Kita memberikan menanamkan salah satunya adalah nilai-nilai kejuangan Panglima Sudirman pantang menyerah dalam kondisi sakit pun juga tetap melaksanakan perjuangan. Nah, nilai-nilai inilah yang kita tanamkan kepada para peserta didik ini."
Inspirasi dari Lembaga Pendidikan di Luar Negeri
Donny juga menjelaskan bahwa integrasi pendidikan untuk penyiapan SDM ini terinspirasi dari lembaga-lembaga pendidikan yang ada di negara-negara tetangga, seperti Institut National du Service Public (INSP) di Prancis. INSP merupakan lembaga yang didedikasikan untuk rekrutmen, pelatihan awal, dan pelatihan berkelanjutan bagi para eksekutif dan manajer tingkat tinggi di Prancis.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mencetak pemimpin yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.