Tuesday, 05 May 2026
Fakta Pendidikan

Penelitian Menemukan Bukti Buaya Air Asin Pernah Menguasai Samudra Hindia hingga Seychelles

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa buaya air asin pernah mendominasi perairan Samudra Hindia hingga Seychelles, dengan populasi yang telah punah di pulau tersebut.

N
Naufal Akbar
30 April 2026 14 pembaca
Penelitian Menemukan Bukti Buaya Air Asin Pernah Menguasai Samudra Hindia hingga Seychelles
detik.com Sumber: detik.com

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa di masa lalu, buaya air asin pernah menguasai wilayah Samudra Hindia hingga Seychelles. Studi ini menegaskan bahwa populasi buaya yang punah di Seychelles bukanlah bagian dari buaya Nil (Crocodylus niloticus) maupun spesies terpisah lainnya, melainkan merupakan populasi dari buaya air asin (Crocodylus porosus).

Menurut catatan ekspedisi yang dilakukan lebih dari 250 tahun lalu, Seychelles dulunya merupakan habitat bagi populasi buaya. Namun, kedatangan pemukim manusia pada akhir abad ke-18 menyebabkan punahnya semua buaya di pulau-pulau tersebut. Beberapa spesimen yang tersisa kini disimpan di museum-museum di Seychelles, London, dan Paris.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science pada 28 Januari 2026 dengan judul "Mitogenomic Crocodylia phylogeny and population structure of Crocodylus porosus including the extinct Seychelles crocodile." Para peneliti menduga bahwa nenek moyang buaya Seychelles mungkin telah terbawa arus sejauh 3000 km atau lebih, menyeberangi Samudra Hindia untuk mencapai pulau terpencil tersebut.

Hasil penelitian sebelumnya pada tahun 1994 menunjukkan bahwa buaya Seychelles memiliki ciri fisik yang lebih mirip dengan buaya air asin daripada buaya Nil. Penelitian terbaru ini juga menganalisis materi genetik dari buaya-buaya tersebut, dengan mengumpulkan sampel DNA mitokondria dari tengkorak dan gigi beberapa spesimen yang ada di museum serta buaya yang masih hidup.

Analisis menunjukkan bahwa DNA buaya Seychelles sangat cocok dengan DNA buaya air asin (Crocodylus porosus), yang mengindikasikan bahwa spesies ini pernah menguasai lebih dari 12.000 km perairan. Penelitian ini juga mengungkap pola genetik yang menunjukkan bahwa populasi buaya air asin memiliki mobilitas tinggi dan mampu menjelajahi jarak yang jauh.

Spesies buaya air asin (C. porosus) mampu berenang ribuan mil di lautan terbuka untuk mencapai Kepulauan Seychelles, berkat kemampuan adaptasi yang dimilikinya, termasuk kelenjar garam khusus di lidahnya untuk mengeluarkan garam berlebih dari tubuh. Kemampuan ini memungkinkan spesies tersebut untuk menyebar ke kawasan Indo-Pasifik.

Meskipun penelitian ini merupakan yang paling komprehensif terkait spesies buaya saat ini, para peneliti menyatakan bahwa masih ada potensi untuk studi lebih lanjut mengenai kelompok buaya air asin. Mereka menyarankan agar DNA inti sel buaya digunakan untuk mengklasifikasikan perbedaan regional antar populasi.

// Artikel Terkait