Jakarta - Ikan sapu-sapu, yang saat ini menjadi topik perbincangan hangat, tidak disarankan untuk dikonsumsi. Namun, ikan ini masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Hal ini penting diketahui karena jaringan dalam tubuh ikan sapu-sapu cenderung menyimpan logam berat yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.
Masyarakat dapat memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk pupuk tanaman hias, yang tidak dikonsumsi oleh manusia. Proses pengolahan menjadi pupuk cair cukup sederhana. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah penjelasannya.
Triyanto, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, menjelaskan bahwa pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pupuk cair dilakukan melalui sistem fermentasi. Langkah pertama adalah menghaluskan ikan sapu-sapu, kemudian mencampurkannya dengan molase atau gula dengan perbandingan 1:1. Proses fermentasi ini berlangsung selama lebih dari satu bulan.
Setelah proses fermentasi selesai, ikan sapu-sapu akan berubah menjadi pupuk cair. Namun, Triyanto mengingatkan agar penggunaan pupuk tersebut dilakukan dengan hati-hati, mengingat adanya kandungan logam berat yang dapat terbawa dalam pupuk tersebut. "Pasti logam beratnya akan terbawa di pupuk itu. Nanti terserap lagi di tanaman," ujarnya.
Dengan demikian, meskipun ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat kandungan logam berat.