Monday, 04 May 2026
Fakta Ekonomi

Penyebab Melemahnya IHSG Bukan Hanya Faktor Fundamental

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan di bawah level 7.000 akibat tekanan sentimen global yang berlanjut. Ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama yang membuat investor lebih be...

U
Ulam Kirana
30 April 2026 10 pembaca
Penyebab Melemahnya IHSG Bukan Hanya Faktor Fundamental

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun di bawah level 7.000, dipicu oleh tekanan sentimen global yang belum mereda. Ketidakpastian dalam geopolitik membuat para investor cenderung berhati-hati terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Direktur Big Data Indef, Eko Listiyanto, menjelaskan bahwa penurunan IHSG tidak terlepas dari dinamika global yang masih bergejolak. Hal ini menyebabkan pelaku pasar menahan ekspansi dan mengalihkan risiko. Eko menegaskan, "Ini berkaitan dengan dampak globalnya yang belum menemukan titik dingin dari situasi geopolitik," dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Lebih lanjut, Eko menyoroti keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC yang menambah ketidakpastian di pasar energi global. Perubahan ini diyakini berdampak pada persepsi risiko investor terhadap ekonomi global dan domestik. Eko menilai bahwa pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah lebih dipengaruhi oleh sentimen negatif dibandingkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Ia menekankan bahwa respons terhadap situasi ini tidak cukup hanya dengan narasi optimistis. "Kalau kemudian sentimen dilawan dengan sentimen, menurut saya itu enggak tepat," ujarnya. Eko menyarankan agar langkah yang lebih efektif adalah menunjukkan kekuatan fundamental ekonomi melalui kebijakan yang konkret dan terukur.

Eko juga menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan program-program prioritas nasional. Menurutnya, jika implementasi tidak berjalan optimal, hal ini dapat memperburuk sentimen pasar. "Kalau tidak dijalankan dengan baik, maka secara tidak langsung itu menjadi beban sentimen, menambah sentimen negatif," jelasnya.

Perbaikan tata kelola kebijakan, menurut Eko, menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi. Ia optimis bahwa dengan implementasi yang lebih baik, kondisi undervalued pada rupiah dan IHSG dapat pulih secara bertahap. "Cara memperbaikinya ya perbaiki program-program besar secara tepat," tutup Eko.

// Artikel Terkait