Fakta Pendidikan

Perjalanan Inspiratif Andromeda ke ITB Menggunakan Bajaj

Andromeda Sufi Anggoro, calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), menempuh perjalanan 24 jam dari Yogyakarta ke Bandung menggunakan bajaj yang dikemudikan ayahnya. Meskipun tanpa bimbingan bel...

N
Narayana Putra
24 July 2026
18 pembaca
Cerita Andromeda, maba ITB yang diantar sang ayah naik bajaj dari Yogyakarta. Foto: dok. ITB
Cerita Andromeda, maba ITB yang diantar sang ayah naik bajaj dari Yogyakarta. Foto: dok. ITB

Berbeda dengan mahasiswa baru lainnya, kisah mengharukan datang dari Andromeda Sufi Anggoro, calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia diantar oleh kedua orang tuanya menggunakan bajaj untuk memulai perkuliahan di ITB. Perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung yang ditempuh Andro, sapaan akrabnya, berlangsung selama 24 jam. Setibanya di Bandung, mereka disambut oleh Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara di Wisma Rektor pada Senin, 20 Juli 2026.

Perjuangan Menuju ITB

Andromeda diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sejak duduk di kelas X di SMA Negeri 4 Yogyakarta, ITB telah menjadi kampus impiannya. Namun, perjalanan menuju ITB tidaklah mudah. Ayahnya, Basuni Yusuf, awalnya tidak merestui karena kondisi ekonomi keluarga. Basuni yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bajaj merasa khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan Andro di Bandung.

“Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” ungkap Basuni, dikutip dari laman resmi ITB.

Setelah pembicaraan tersebut, Andro sempat berencana untuk mengambil jeda satu tahun. Namun, ia akhirnya mengikuti saran orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta.

Keberhasilan Tanpa Bimbingan Belajar

Meskipun sudah kuliah di Yogyakarta, impian Andro untuk belajar di ITB tetap kuat. Tanpa memberitahu keluarganya, ia mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK secara mandiri. Karena keterbatasan biaya, Andro tidak mengikuti bimbingan belajar dan lebih memilih belajar melalui video di YouTube serta mengikuti try out daring.

“Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” jelas Andro.

Usahanya membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lolos SNBT di ITB. Setelah pengumuman tersebut, Andro memberitahu keluarganya, dan ayahnya sempat bingung memikirkan biaya pendidikan. Namun, ibunya berhasil meyakinkan Basuni untuk mendukung keberangkatan Andro ke Bandung.

“Istri saya bilang, 'Ayah, bismillah'. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” jelas Basuni.

Minat di Bidang Astronomi

Calon mahasiswa ITB umumnya memilih fakultas terlebih dahulu, dan program studi ditentukan setelah menjalani masa tahap persiapan bersama (TPB). Andro berkeinginan untuk masuk prodi Astronomi. Nama Andromeda yang diberikan orang tuanya terinspirasi dari Galaksi Andromeda, sebagai doa agar anaknya memiliki pemikiran yang luas.

“Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi,” ungkap Basuni.

Sejalan dengan namanya, Andro memiliki ketertarikan yang besar terhadap astronomi setelah mempelajari fisika. Ia juga sering mengikuti pengajian yang membahas tentang langit dan luasnya alam semesta. “Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya,” kata Andro.

Sekarang, setelah tiba di Bandung, Andro berkomitmen untuk membalas perjuangan orang tuanya dan dukungan dari berbagai pihak yang telah membantunya. Rektor ITB juga menyambut Andro dan menegaskan bahwa kampus tidak akan membeda-bedakan mahasiswa berdasarkan kemampuan maupun latar belakang ekonomi. Prof. Tata menyatakan, “Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berusaha agar sebanyak mungkin adik-adik yang memiliki kemampuan akademis baik dapat diterima di ITB.”

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait