Fakta Pendidikan

Perjalanan Maram Al Arnab, Mahasiswa Suriah yang Menuntut Ilmu di Indonesia

Maram Al Arnab, seorang mahasiswa asal Suriah, berhasil meraih gelar Sarjana Psikologi di Universitas Indonesia pada tahun 2026 setelah menempuh pendidikan dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia.

U
Ulam Kirana
21 July 2026
47 pembaca
Maram Al Arnab, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia asal Suriah. Foto: Nikita Rosa/detikcom
Maram Al Arnab, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia asal Suriah. Foto: Nikita Rosa/detikcom

Jakarta - Maram Al Arnab telah resmi menyelesaikan studinya dan meraih gelar Sarjana dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2026. Ia merupakan salah satu dari 120 lulusan internasional di UI, yang datang merantau dari Suriah, Timur Tengah. Sebelum berangkat ke Indonesia, Arnab melakukan penelitian mengenai universitas terbaik di negara ini.

"Pertama kali saya tanya, apa universitas yang paling bagus di Indonesia. Dan mereka bilang UI nomor 1 di sini. Makanya saya pilih Universitas Indonesia," ujarnya saat ditemui setelah acara The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students yang berlangsung di Makara Art Center, Kampus UI, Depok, Jawa Barat pada Selasa (21/7/2026).

Beasiswa dan Kelas Bahasa

Arnab melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Ia tiba di Indonesia pada tahun 2021 dan harus mengikuti kelas bahasa Indonesia selama satu tahun. Setelah menyelesaikan kelas tersebut, Arnab melanjutkan pendidikan Sarjana Psikologi selama empat tahun.

Tantangan dalam Beradaptasi

Selama menjalani masa studinya, Arnab mengakui bahwa para pengajar dan teman-teman di UI sangat membantunya dalam proses adaptasi. Namun, karena bahasa ibunya adalah bahasa Arab, ia harus menerjemahkan materi dari bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. "Pertama kali waktu saya mulai di Fakultas Psikologi, saya harus terjemah PPT ke bahasa Inggris. Setelah bahasa Inggris ke bahasa Arab," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami materi yang diajarkan oleh dosen, meskipun masih ada beberapa poin yang perlu ia ulang dengan menggunakan bahasa Inggris. "Saya minta tolong dari teman-teman untuk menjelaskan beberapa hal yang saya tidak bisa memahami sendiri," tambahnya.

Harapan untuk Kembali ke Suriah

Setelah menyelesaikan pendidikan, Arnab berkeinginan untuk kembali ke Suriah dan mengenalkan masyarakat di sana tentang pentingnya kesehatan mental. "Karena negara saya keluar dari perang, jadi saya berharap saya bisa membantu masyarakat saya dengan mengubah mental health issues mereka, dan semoga saya bisa membantu mereka," ujarnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait