Kredit yang diberikan oleh perbankan kepada sektor industri pengolahan mengalami peningkatan sebesar 16,85 persen secara tahunan pada Juli 2026. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor ini masih menjadi yang paling dominan dalam penyaluran kredit di dunia perbankan.
Optimisme di Kalangan Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa industri perbankan tetap optimis terhadap kinerja yang akan datang dan memiliki keyakinan dalam pengelolaan risiko. "Hasil SBPO menunjukkan industri perbankan masih optimis terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan untuk mengelola risiko," ungkap Dian dalam keterangan resmi OJK pada Kamis, 10 September 2026.
Survei Orientasi Bisnis Perbankan
Optimisme ini tercermin dalam hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK untuk triwulan III 2026. Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat di angka 56, yang menunjukkan zona optimistis. Survei tersebut melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026, yang mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data per Juni 2026.
Dari segi kinerja, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) mencapai 83, yang juga berada dalam zona optimistis. Responden memperkirakan bahwa kredit akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan serta ekspansi kredit melalui pipeline yang ada. Pertumbuhan kredit di sektor industri pengolahan menjadi salah satu indikator positif bagi prospek ke depan.
OJK mencatat bahwa kredit ke sektor industri pengolahan tumbuh 16,85 persen secara tahunan pada Juli 2026. Responden survei juga memproyeksikan bahwa sektor ini akan tetap menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan kredit di masa mendatang.
Persepsi Risiko dan Kualitas Kredit
Di sisi risiko, Indeks Persepsi Risiko (IPR) berada di level 57, yang menunjukkan masih dalam zona optimistis. Sebagian besar responden meyakini bahwa kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Posisi Devisa Netto (PDN) juga tercatat pada level yang rendah, sementara risiko likuiditas dinilai tetap terjaga.