Fakta Ekonomi

PLN Luncurkan Subholding PLN Services untuk Optimalisasi Layanan

PT PLN (Persero) menggabungkan dua anak usahanya, PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya, menjadi PLN Services untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada masyarakat.

F
Fidzu Ardaf
25 October 2026
15 pembaca
PT PLN (Persero) resmi menyatukan dua anak usahanya, yakni PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), menjadi subholding PLN Services, pada Jumat (23/10) di Kantor Pusat PLN, Jakarta. (Dok: PLN)
PT PLN (Persero) resmi menyatukan dua anak usahanya, yakni PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), menjadi subholding PLN Services, pada Jumat (23/10) di Kantor Pusat PLN, Jakarta. (Dok: PLN)

PT PLN (Persero) secara resmi mengintegrasikan dua anak usahanya, yaitu PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), menjadi subholding yang dikenal sebagai PLN Services. Penggabungan ini berlangsung pada hari Jumat, 23 Oktober, di Kantor Pusat PLN yang terletak di Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari penataan portofolio PLN Group yang diarahkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM), dengan tujuan menyederhanakan struktur bisnis agar lebih efisien dan efektif serta memperkuat layanan kepada masyarakat.

Dengan bergabungnya kedua entitas yang berfokus pada Operation & Maintenance (O&M), pengalaman, kompetensi, sumber daya, dan jaringan layanan yang telah dibangun oleh masing-masing perusahaan dapat disatukan. Melalui integrasi ini, PLN Group diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta mendukung keandalan operasional dalam pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik. PLN Services akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Transformasi dan Tujuan Penataan BUMN

Bhimo Aryant, Senior Director Business Performance & Asset Optimization DAM, menyatakan bahwa Danantara Asset Management mendorong transformasi dan penataan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026. Penataan ini bertujuan untuk memperjelas peran dan fokus masing-masing entitas serta membangun struktur BUMN yang lebih terarah. "Merger hari ini adalah fondasi pertama menuju supporting O&M services PLN. Namun, di sini saya ingin menekankan satu hal sejak awal, merger bukan tujuan akhir. Merger adalah instrumen untuk menciptakan value yang lebih besar. Keberhasilan transformasi tidak diukur dari berkurangnya jumlah entitas. Itu adalah cara, itu adalah metode dari kalkulasi yang hati-hati, yang diharapkan PLN bisa sustain. Karena PLN ini, kita paham, dituntut bukan hanya profitability, tapi reliability," ujarnya.

Bhimo menjelaskan bahwa terdapat empat tujuan utama dalam program penataan BUMN dan anak usaha BUMN. Pertama, menyederhanakan struktur korporasi untuk mengurangi duplikasi fungsi dan proses bisnis. Kedua, meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi biaya dan sumber daya. Ketiga, meningkatkan daya saing dengan skala ekonomi yang lebih besar. Keempat, mengoptimalkan alokasi modal dengan fokus pada investasi yang bernilai tinggi.

Sinergi dan Optimalisasi Bisnis di PLN Group

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menekankan bahwa penggabungan PLN ES dan PLN ND menjadi PLN Services adalah langkah penting untuk memperkuat sinergi dan optimalisasi bisnis O&M di PLN Group. PLN Services akan menjadi wajah layanan PLN kepada masyarakat. "Ini adalah bukti implementasi nyata dari arahan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management, di mana kita akan merampingkan BUMN-BUMN yang ada. Kita akan melakukan streamlining dengan harapan, dapat membangun organisasi yang lebih lean, lebih kokoh, dan juga efisien," tegas Suroso.

Suroso juga menegaskan bahwa merger ini tidak akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai akan beralih tanpa pengurangan status dan hak. Struktur baru PLN Services akan didukung oleh dua pilar layanan utama, yaitu Generation Services yang fokus pada operasi dan pemeliharaan pembangkit, serta Business Enablement Services yang menyediakan layanan penunjang operasional.

Perusahaan juga berencana untuk mengembangkan layanan berbasis teknologi, seperti digitalisasi dan manajemen aset. "Ini bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat bisnis, mengoptimalkan kompetensi, meningkatkan efisiensi, dan membangun layanan ketenagalistrikan yang semakin terintegrasi," tutup Suroso.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait