Fakta Ekonomi

--- PLN Tingkatkan Infrastruktur Listrik untuk Mendukung Pertumbuhan Data Center di Tanah Air ---

--- PT PLN (Persero) berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan guna mendukung perkembangan sektor pusat data di Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi. ---

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
34 pembaca
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026). (Dok: PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026). (Dok: PLN)
---TITLEEXCERPT--- PT PLN (Persero) berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan guna mendukung perkembangan sektor pusat data di Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi. ---CONTENT---

PT PLN (Persero) terus berupaya memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data di Indonesia. Dengan berkembangnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, sektor data center kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pertumbuhan data center memerlukan dukungan kelistrikan yang semakin spesifik, terutama dalam hal kapasitas, keandalan, kualitas daya, dan pemanfaatan energi bersih. Hal ini mendorong PLN untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Data Center dan Kebutuhan Energi

Pada sesi diskusi di acara Electricity Connect 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada Rabu (23/9/2026), Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengungkapkan bahwa saat ini PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA). Sekitar 99 persen dari kapasitas ini masih terpusat di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

Namun, pengembangan data center mulai meluas ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Dengan adanya perluasan ini, diperkirakan kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi akan terus meningkat, sehingga perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan perlu disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah.

Tantangan dan Komitmen PLN

Saat ini, pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh). “Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ungkap Dini.

Lebih lanjut, Dini menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang. Pengembangan pembangkit dan jaringan perlu direncanakan secara terintegrasi dan dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center.

Untuk itu, PLN mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangan. “Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” pungkasnya.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait