Fakta Nasional

Polisi Arahkan Massa Demonstrasi dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR/MPR

Polda Metro Jaya sedang berupaya mengalihkan lokasi demonstrasi mahasiswa dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR/MPR untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

N
Naufal Akbar
12 June 2026
14 pembaca
Polisi Arahkan Massa Demonstrasi dari Bundaran HI ke Patung Kuda atau DPR/MPR
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Dwi Rahmawati/detikcom)

Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi untuk memindahkan massa mahasiswa yang berencana menggelar demonstrasi di Bundaran HI ke lokasi lain, seperti Patung Kuda atau MPR/DPR RI. Ia menegaskan bahwa Bundaran HI bukanlah tempat yang tepat untuk menyampaikan aspirasi karena merupakan area dengan aktivitas perekonomian yang tinggi.

"Iya, memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," ujar Budi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026).

Koordinasi untuk Pengalihan Lokasi

Budi menjelaskan bahwa melalui Direktorat Intelijen, pihaknya sedang berupaya agar lokasi demonstrasi di Bundaran HI dapat dialihkan ke sekitar Patung Kuda atau di depan DPR/MPR. Ia berharap langkah ini dapat memastikan aspirasi mahasiswa tersampaikan dengan baik.

"Dan kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR. Sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," tambah Budi. "Sekali lagi terima kasih, kita sama-sama berdoa untuk kegiatan pengamanan, pelayanan, penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, dan dapat dikendalikan," sambungnya.

Jumlah Personel dan Pengamanan

Budi mengungkapkan bahwa terdapat 6.088 personel gabungan TNI-Polri yang akan mengamankan demonstrasi mahasiswa pada hari ini. Ia menekankan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan, tidak ada anggota TNI-Polri yang diperbolehkan membawa senjata api.

"Untuk jumlah personel gabungan TNI-Polri sejumlah 6.088 personel. Ini gabungan dari TNI 500 personel, ada dari Korbrimob 1.000 personel, BKO dari Kor Sabhara 200 personel, Polda Metro Jaya 3.802 personel dan Polres Metro Jakarta Pusat 586 personel," jelas Budi.

Budi juga menyatakan bahwa ada empat titik pengamanan yang akan dilakukan oleh Polda Metro, yaitu di sekitar MPR/DPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya. Ia memastikan bahwa polisi akan menjamin bahwa aspirasi mahasiswa dapat disampaikan dengan baik.

"Kegiatan ini meliputi pengamanan, yang pertama di wilayah seputaran DPR/MPR RI, yang kedua seputaran Bundaran HI, yang ketiga seputaran Patung Kuda, dan keempat seputaran Cikini Raya," kata Budi. "Penyampaian aspirasi kepada publik ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi kehadiran petugas Polri dan TNI di dalam melaksanakan pelayanan ini untuk menjamin aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa ini tersampaikan dengan baik," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sesuai instruksi dari Kapolda Komjen Asep Edi Suheri, tidak ada personel polisi yang diperbolehkan membawa senjata api dalam pengamanan ini. Ia mengimbau anggota Polri untuk bersikap humanis dan tidak terprovokasi.

"Tadi kita sama-sama mendengarkan direktif Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum harus sabar, humanis, tidak terprovokasi," kata Kabid Humas. "Termasuk penekanan dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat ini. Termasuk kita menghimbau, mengajak kepada adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik dan sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya," imbuhnya.

Artikel Terkait