Fakta Nasional

Polresta Soetta Fasilitasi Kepulangan Tujuh Mahasiswi Korban Penipuan Tiket

Tujuh mahasiswi dari Sumatera Barat mengalami penipuan tiket bus melalui TikTok dan berhasil dipulangkan dengan bantuan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

A
Agustinus Jaya Wiratama
09 September 2026
21 pembaca
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membantu membelikan tiket bus pulang bagi 7 mahasiswi korban penipuan. (Dok. Istimewa)
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membantu membelikan tiket bus pulang bagi 7 mahasiswi korban penipuan. (Dok. Istimewa)

Tangerang - Tujuh mahasiswi yang berasal dari Sumatera Barat mengalami kesulitan di Bandara Soekarno-Hatta setelah menjadi korban penipuan tiket bus yang mereka beli melalui TikTok. Setelah mendapatkan bantuan dari Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, mereka akhirnya dapat kembali ke kampung halaman mereka.

Ketujuh mahasiswi tersebut berencana pulang ke Padang pada Senin (7/9/2026), namun penerbangan mereka terhambat akibat penutupan sementara bandara yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam situasi bingung, mereka mencari alternatif dengan membeli tiket bus dari sebuah akun di TikTok. Namun, setelah mentransfer uang sebesar Rp 5,8 juta, mereka tidak mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keberangkatan dan nomor WhatsApp mereka diblokir oleh penjual tiket.

Upaya Penanganan oleh Polisi

Dalam keadaan terdesak, para mahasiswi tersebut melaporkan kejadian ini kepada pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Satreskrim Polresta Bandara Soetta memberikan pelayanan kepada mereka dan mengizinkan mereka untuk menginap sementara di Ruang Pelayanan Khusus demi keamanan. Selain itu, pihak kepolisian juga membantu mereka dengan membeli tiket bus, dan pada Selasa (8/9) pagi, mereka diantar ke Terminal Kalideres di Jakarta Barat.

Pernyataan Pihak Kepolisian

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana menyatakan bahwa tindakan yang diambil oleh Satreskrim merupakan bentuk respons kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami masalah di bandara, terutama dalam situasi yang mengganggu perjalanan udara. "Kami berupaya memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang mengalami kendala selama berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, personel kami akan berupaya mencari solusi sesuai kewenangan dan kondisi yang ada," ungkap Wisnu.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Muhammad Esha menambahkan bahwa ketujuh mahasiswi tersebut merupakan mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Mereka sebelumnya berencana terbang ke Padang, namun terpaksa mencari alternatif perjalanan darat setelah penerbangan mereka terhambat. "Dugaan penipuan ini masih dalam proses penyelidikan," tutup Esha.

Artikel Terkait