Fakta Ekonomi

Prabowo Lakukan Perubahan di PLN, Darmawan Prasodjo Digantikan Suroso Isnandar

Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PLN dan digantikan oleh Suroso Isnandar, dalam upaya pemerintah untuk merombak model bisnis perusahaan listrik tersebut.

F
Fidzu Ardaf
15 October 2026
11 pembaca
Presiden Republik Indonesia ke -7 Joko Widodo (kanan) ketika mendengar pemaparan dari eks Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri). Foto ist.
Presiden Republik Indonesia ke -7 Joko Widodo (kanan) ketika mendengar pemaparan dari eks Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri). Foto ist.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo telah resmi dicopot dari jabatannya, seiring dengan rencana besar pemerintah untuk melakukan perubahan pada model bisnis perusahaan listrik negara ini. Pergantian tersebut terjadi di tengah tuntutan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat penggunaan energi surya, dan mengurangi beban subsidi listrik.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, Darmawan digantikan oleh Suroso Isnandar. Proses pergantian ini dilakukan setelah Suroso bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada sore hari yang sama. Komisaris Independen PLN, Andi Arief, mengonfirmasi perubahan ini, menyatakan, "Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso," saat dihubungi.

Transformasi Besar-besaran di PLN

Suroso Isnandar juga akan merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN hingga ada pengganti resmi. Pergantian ini menjadi perhatian publik karena Darmawan telah memimpin PLN sejak Desember 2021. Sebelum bergabung dengan PLN, ia dikenal sebagai mantan kader PDI Perjuangan dan pernah terlibat dalam tim pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, serta menjabat sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan dari 2015 hingga 2019.

Pergantian kepemimpinan ini bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi PLN. Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo menuntut perusahaan untuk melakukan transformasi menyeluruh, termasuk dalam hal model bisnis, efisiensi operasional, dan produktivitas.

Pentingnya Percepatan Energi Surya

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Prabowo, pemerintah membahas pentingnya percepatan transformasi PLN, termasuk akselerasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW). "Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100GW solar panel," jelas Rosan.

Prabowo meminta agar rancangan perubahan model bisnis PLN segera disusun dan disampaikan untuk ditindaklanjuti. Danantara akan berkolaborasi dengan tim PLN untuk mengevaluasi perbaikan perusahaan secara menyeluruh. "Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN," tambahnya.

Transformasi ini menjadi tugas besar bagi manajemen baru, karena tidak hanya berkaitan dengan pergantian direksi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan produktivitas, dan menjalankan agenda transisi energi tanpa membebani anggaran negara.

Ambisi untuk mempercepat pemasangan panel surya hingga 100 GW memerlukan perencanaan investasi yang matang, kesiapan jaringan, dan pengelolaan sistem kelistrikan yang baik. Tanpa perencanaan yang tepat, pencapaian target ini dapat menambah tantangan bagi perusahaan. Di sisi lain, Rosan menekankan pentingnya kesiapsiagaan PLN dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menyatakan bahwa perusahaan telah memiliki mekanisme antisipasi, namun rencana cadangan tersebut masih perlu disempurnakan agar dapat menjaga keandalan layanan listrik di seluruh Indonesia.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait