Fakta Nasional

Prabowo Sebut 'Pemain Cadangan' dalam Kabinet, Sinyal Reshuffle Makin Kuat

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai 'pemain cadangan' dalam kabinetnya dianggap sebagai indikasi adanya reshuffle yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Para pakar menilai kinerja kabinet y...

N
Narayana Putra
22 October 2026
21 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa 'pemain cadangan akan dimainkan' saat menggambarkan susunan kabinetnya seperti sebuah tim sepakbola. Pernyataan ini diinterpretasikan sebagai sinyal adanya kemungkinan reshuffle kabinet yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kemungkinan Reshuffle Kabinet

Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika, menilai bahwa pernyataan Prabowo memperbesar peluang terjadinya reshuffle kabinet. Ia menyoroti kinerja kabinet yang dinilai belum optimal, yang terlihat dari penurunan tingkat kepuasan publik, terutama dalam aspek ekonomi, hukum, dan pelaksanaan program-program utama pemerintah seperti MBG dan Kopdes. "Kemungkinannya besar, pertama, dari sisi kinerja (dimensi teknokratis) masih belum optimal terlihat dari laju penurunan kepuasan publik," ujar Agung saat dihubungi pada Kamis (22/10/2026).

Dimensi Politik dan Hukum dalam Reshuffle

Agung juga menambahkan bahwa alasan lain yang mendasari kemungkinan reshuffle berkaitan dengan dimensi politik. Ia menyebutkan bahwa Prabowo perlu menyeimbangkan poros-poros politik yang ada, terutama poros Solo, agar Presiden dapat memegang kendali penuh sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Pemerintahan. "Dari dimensi politis, soal kebutuhan menyeimbangkan poros-poros politik, utamanya poros Solo," jelasnya.

Selain itu, Agung juga menyoroti dimensi hukum yang dapat memengaruhi reshuffle, mengingat ada beberapa pembantu presiden yang diduga terlibat dalam kasus korupsi. Ia menyebutkan beberapa nama yang berpotensi terkena reshuffle, termasuk Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang dinilai memiliki kinerja buruk dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. "Yang lagi ramai, kinerja karhutla, jadi fokus saya ke Menteri Kehutanan, Raja Juli, parah ini," ungkapnya. Ia juga menyoroti Nusron Wahid yang sebaiknya mundur karena dua kali mangkir dari panggilan KPK.

Sebagai tambahan, Hendri Satrio, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, juga meyakini bahwa akan ada reshuffle kabinet setelah pernyataan Prabowo. Ia percaya bahwa Prabowo memiliki banyak kandidat yang siap menggantikan posisi di kabinet. "Kalau saya bacanya presiden punya banyak stok orang RI yang siap bantu dirinya untuk dipercayakan di jabatan tertentu," kata Hensat.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet yang berlangsung di Istana Kepresidenan pada Rabu (21/10), Prabowo mengibaratkan kabinetnya sebagai tim sepakbola yang terdiri dari pemain inti, cadangan, dan pendukung. Ia meminta para anggota Kabinet Merah Putih yang belum mendapatkan peran besar untuk tidak merasa frustrasi. "Yang cadangan, jangan frustrasi, ada saatnya Saudara akan kita mainkan," ujarnya.

Artikel Terkait