Fakta Nasional

Prabowo Siapkan Pelantikan Satyawan Pudyatmoko Sebagai Kepala BPGMN

Menko Polkam Dudung Abdurachman mengonfirmasi bahwa Satyawan Pudyatmoko akan dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) oleh Prabowo pekan depan.

S
Stevani Nila Wardana
12 October 2026
22 pembaca
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Satyawan Pudyatmoko. (Foto: Fawdi/detikcom)
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Satyawan Pudyatmoko. (Foto: Fawdi/detikcom)

Jakarta - Dudung Abdurachman, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, mengungkapkan bahwa dalam rapat mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hadir pula calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Calon tersebut dijadwalkan akan dilantik oleh Prabowo pada minggu depan.

"Kemudian yang kedua memang betul nanti akan ada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional ya. Tadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik," ujar Dudung kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (12/10/2026).

Identitas Calon Kepala BPGMN

Dudung juga menyebutkan bahwa sosok yang akan menjabat sebagai Kepala BPGMN adalah Satyawan Pudyatmoko, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Kementerian Kehutanan. "Tadi kalau ndak salah ya Profesor Satyawan kalau nggak salah itu dari Kementerian Kehutanan. Ya ahlinya kalau ndak salah," tambahnya.

Pembentukan BPGMN dan Tujuannya

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang melibatkan para ilmuwan dan akademisi. Pembentukan badan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pengelolaan lahan gambut serta mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.

Keputusan ini merupakan salah satu hasil dari diskusi Prabowo dengan sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis (24/9/2026). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa BPGMN akan melibatkan para ilmuwan dan profesional untuk memperkuat upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan titik panas sebagai bagian dari pengelolaan kawasan gambut yang lebih komprehensif.

Artikel Terkait