Fakta Nasional

Prabowo Siapkan Peluncuran Program Perlindungan Sosial Digital pada 2026

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) pada 10 November 2026, yang akan mengubah mekanisme bantuan sosial menjadi transfer tunai.

A
Amara Rukmana
21 October 2026
21 pembaca
Foto ilustrasi bansos: (Unsplash/Defrino Maasy)
Foto ilustrasi bansos: (Unsplash/Defrino Maasy)

Jakarta - Pada 10 November 2026, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk meluncurkan program Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) secara nasional. Dalam program ini, bantuan sosial akan disalurkan dalam bentuk transfer uang tunai.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan rencana peluncuran tersebut setelah mengadakan rapat dengan Presiden di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. "Tadi kita laporkan mengenai Perlinsos yang akan di-roll out atau di-launching oleh Presiden pada 10 November," ujar Luhut.

Transformasi Mekanisme Bansos

Menurut Luhut, digitalisasi dalam perlindungan sosial bukan hanya sekadar mengubah cara penyaluran bantuan pemerintah. Program ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini membutuhkan bantuan namun belum terjangkau dengan baik. "Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak untuk mendapatkan bantuan sosial. Akan diberikan dalam bentuk cash transfer," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan subsidi pemerintah ke depan akan lebih terfokus pada penerima manfaat yang tepat, bukan sekadar memberikan subsidi untuk produk. "Jadi, pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," tambah Luhut.

Pendaftaran dan Evaluasi Program

Direktur Eksekutif Percepatan Program Prioritas Ekonomi DEN, Mochammad Firman Hidayat, menyatakan bahwa persiapan untuk penerapan Perlinsos Digital terus berjalan. Saat ini, uji coba program ini telah mencakup seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. "Saat ini sudah mencapai seluruh kabupaten kota di Indonesia, 514 kabupaten/kota," ungkapnya.

Firman juga menyebutkan bahwa sebanyak 11,5 juta kepala keluarga telah terdaftar dalam sistem digitalisasi perlindungan sosial. Untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mendaftar, pemerintah melibatkan ratusan ribu Agen Perlinsos. "Dan per hari ini sudah ada 11,5 juta kepala keluarga (KK) yang terdaftar dalam program digitalisasi perlinsos ini. Dan ada 775 ribu Agen Perlinsos yang membantu pendaftaran warga-warga kita yang membutuhkan bantuan sosial. Dan kalau kita lihat data hariannya, sudah lebih dari 600 ribu pendaftar yang mendaftar di portal Perlinsos per hari," paparnya.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem digitalisasi melalui berbagai proyek percontohan. Salah satu hasil evaluasi yang dilaporkan kepada Prabowo berasal dari uji coba Perlinsos Digital di Bali. "Kami sampaikan juga kepada Bapak Presiden hasil studi kami terkait dengan piloting di Bali. Dengan menggunakan Perlinsos Digital ini, exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1 persen dan inclusion error juga bisa turun dari 4,1 persen. Artinya Digitalisasi Perlinsos ini mampu membuat proses (penyaluran) bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran," ujarnya.

Artikel Terkait