Presiden Prabowo Subianto akan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan HUT ke-81 TNI yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026. Hal ini disampaikan oleh Mayjen TNI Muhammad Nas.
“Sesuai jadwal, Bapak Presiden akan jadi Irup HUT TNI,” ungkap Nas kepada IDN Times pada Minggu, 4 Oktober 2026. Upacara tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dilaksanakan di Markas Besar TNI yang terletak di Jakarta Timur.
Agenda Upacara yang Sederhana
Mayjen Nas menjelaskan bahwa rangkaian upacara akan dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Brigadir Jenderal TNI Chandra Adibrata, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI, menyatakan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini akan dilaksanakan dengan cara yang sederhana.
Menurutnya, upacara tersebut akan berlangsung tanpa adanya parade alat utama sistem senjata, mengingat sebagian besar pasukan masih terlibat dalam penanganan berbagai peristiwa, termasuk bencana kebakaran hutan dan evakuasi korban dari Kapal KM Virgo Transport 8. “Jadi, kami banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi, makanya kami laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” jelasnya.
Doa Bersama Menyambut HUT TNI
Persiapan untuk upacara HUT TNI masih berlangsung hingga saat ini, dan Brigjen Chandra berharap acara tersebut dapat berjalan dengan khidmat dan lancar. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Mabes TNI telah mengadakan doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 TNI, yang dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta, termasuk anak yatim, prajurit TNI, komcad, dan ASN TNI di lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur.
Acara tersebut juga dihadiri oleh enam tokoh agama, di antaranya Ustaz Adi Hidayat dan Pendeta Cipto Martalu Sapangi. Ustaz Adi, mewakili para tokoh agama, menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat sinergi antar tokoh agama. “Menjelang HUT ke-81 TNI, mari kita bersama-sama mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ajaknya.
Di samping itu, pemerintahan Prabowo juga memutuskan untuk membatalkan acara parade kapal laut yang semula direncanakan berlangsung pada 4 Oktober 2026. Parade tersebut seharusnya dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dari kapal induk Garibaldi yang sudah tiba pada 18 September 2026. Selain itu, atraksi jet tempur yang dijadwalkan untuk fly pass juga dibatalkan.