Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa semua fasilitas kesehatan yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta akan disiagakan untuk membantu warga yang terkena dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan kesehatan ini juga tersedia bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP Jakarta.
Pramono menjelaskan, layanan kesehatan tersebut akan disediakan di 31 rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (pustu). “Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan puskesmas ataupun puskesmas pembantu atau rumah sakit itu dipersilakan selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap dan sebagainya,” ungkapnya.
Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan fasilitas kesehatan ini sudah dimulai. Namun, Pramono mengakui bahwa ia belum mendapatkan informasi mengenai jumlah warga yang telah memanfaatkan layanan tersebut. “Jumlahnya tapi saya belum tahu. Karena saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan. Tapi sudah berlangsung,” jelasnya.
Kondisi Udara yang Memburuk
Pramono juga menyatakan bahwa kualitas udara di Jakarta saat ini sedang memburuk. Meskipun demikian, ia menolak untuk menyalahkan pihak tertentu terkait masalah ini, termasuk asap yang berasal dari karhutla. "Saya tidak mau menyalahkan siapapun. Memang sekarang ini dalam 2 sampai 3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa sebenarnya ia ingin mengumumkan mengenai kondisi udara di Jakarta tiga hari lalu, tetapi ia khawatir pernyataannya akan memicu pro dan kontra di tengah situasi yang ada. "Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," tuturnya.