Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang. Provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah Papua dan Kepulauan Riau.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan, "Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,24 juta orang. Jumlah yang menganggur ini mengalami penurunan sebesar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025." Dalam definisi BPS, pengangguran mencakup penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak memiliki pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, atau merasa putus asa dalam mencari pekerjaan.
Indikator Tingkat Pengangguran
BPS menggunakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai indikator untuk mengukur jumlah tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar. Secara keseluruhan, pada Februari 2026, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 4,68 persen, yang berarti terdapat sekitar lima orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja.
Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi per Februari 2026:
- Papua - 7,02%
- Kepulauan Riau - 6,87%
- Jawa Barat - 6,64%
- Banten - 6,59%
- Papua Barat Daya - 6,41%
- DKI Jakarta - 6,03%
- Aceh - 5,88%
- Maluku - 5,80%
- Sulawesi Utara - 5,75%
- Sumatera Barat - 5,51%
Pengangguran Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan
Selain itu, BPS juga mencatat bahwa angka pengangguran tertinggi berdasarkan latar belakang pendidikan terdapat pada lulusan SMK, diikuti oleh lulusan SMA. Berikut adalah rincian angka pengangguran berdasarkan pendidikan terakhir per Februari 2026:
- SMK - 7,74%
- SMA - 6,23%
- D-IV, S1, S2, S3 - 6,13%
- D-I/II/III - 4,80%
- SMP - 4,19%
- SD ke Bawah - 2,32%
Data ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh lulusan dalam memasuki pasar kerja, serta perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.