Fakta Nasional

Pujian Wali Kota New York untuk Transportasi Publik Jakarta

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memberikan apresiasi terhadap sistem transportasi publik Jakarta yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan New York, dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta,...

F
Fidzu Ardaf
10 October 2026
24 pembaca
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersalaman bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersalaman bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)

Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani, mengungkapkan pujian terhadap transportasi publik Jakarta yang dinilai lebih unggul saat bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di New York. Pujian tersebut disampaikan Mamdani dalam kunjungan Pramono beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Mamdani menanyakan kepada Pramono mengenai bagaimana Jakarta, yang memiliki lebih dari 11 juta penduduk, dapat memiliki sistem transportasi yang lebih baik dibandingkan New York yang berpenduduk sekitar 8,4 juta. Pramono menjelaskan bahwa ia telah berupaya mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Inisiatif Transjabodetabek

Pramono menyatakan bahwa setiap hari terdapat sekitar 3,5 hingga 4 juta komuter dari wilayah Jabodetabek yang masuk ke Jakarta, yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan. Untuk mengatasi masalah ini, ia meluncurkan program Transjabodetabek yang menghubungkan daerah-daerah tersebut dengan pusat-pusat mobilitas di Jakarta. "Maka di Jakarta sejak saya menjadi gubernur, yang salah satu yang saya luncurkan adalah yang namanya Transjabodetabek," ujarnya.

Pramono juga menambahkan bahwa saat ini terdapat rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan Blok M, serta dari Bekasi dan Tangerang Selatan ke Blok M. "Bahkan, sekarang orang ngomong, kalau perlu dari Blok M ke Bali, dari Blok M ke Bandung dan sebagainya," imbuhnya.

Diskusi Infrastruktur dan Tantangan Bersama

Dalam diskusi bilateral di Civic Hall, Pramono dan Mamdani membahas berbagai isu yang dihadapi oleh kedua kota, termasuk kemacetan, banjir, dan pembiayaan infrastruktur. Pramono juga memaparkan layanan transportasi umum gratis yang disediakan untuk 15 kelompok masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Baik Jakarta maupun New York menghadapi tantangan yang sama dalam hal banjir. Pramono menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur pengendalian banjir dan mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah. Pembahasan juga menyentuh rencana penerbitan obligasi daerah, atau Jakarta Bond, untuk mendanai pembangunan infrastruktur kota, yang disambut baik oleh Mamdani.

Mamdani menyatakan, "Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur." Ia menawarkan bantuan dalam bentuk tim keuangan untuk berbagi pengalaman mengenai proses penerbitan obligasi daerah.

Kunjungan Pramono ke New York juga mencakup agenda strategis lainnya, termasuk menjadi pembicara dalam Heat Roundtable bersama C40 Cities dan Harvard University's Salata Institute mengenai ketahanan iklim. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Artikel Terkait