Fakta Nasional

Rangkaian Gempa Besar Mengguncang Indonesia dalam Sebulan Terakhir

Selama sebulan terakhir, Indonesia mengalami serangkaian gempa bumi dengan magnitudo signifikan, termasuk gempa terbesar M6,5 yang terjadi di timur Kepulauan Seribu. Aktivitas seismik ini melibatkan b...

F
Fidzu Ardaf
22 September 2026
57 pembaca
Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 15 September 2026 pukul 05.00 WIB. (Foto/BMKG Indonesia)
Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 15 September 2026 pukul 05.00 WIB. (Foto/BMKG Indonesia)

Pada 22 September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terbesar dengan magnitudo M6,5 yang terjadi di timur Kepulauan Seribu, dengan kedalaman mencapai 368 kilometer. Guncangan dari gempa ini dirasakan hingga ke pulau Jawa dan Sumatra. Selain itu, Laut Banda dan Maluku Utara juga mengalami gempa dengan magnitudo mencapai M6,2, yang berhubungan dengan penyesaran dasar laut serta subduksi di Laut Banda dan deformasi dalam Lempeng Laut Maluku.

Selama periode 24 Agustus hingga 22 September 2026, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami guncangan gempa bumi yang signifikan. Menurut data BMKG, gempa dengan magnitudo tertinggi dalam rentang waktu tersebut adalah M6,5. Wilayah yang terdampak meliputi Maluku Barat Daya, Maluku Utara, Kepulauan Seribu, serta beberapa bagian di Jawa.

Rincian Gempa yang Terjadi

Penyebab dari rangkaian gempa ini sebagian besar berkaitan dengan aktivitas subduksi, sedangkan beberapa lainnya disebabkan oleh aktivitas sesar atau deformasi di dalam lempeng. Pada 24 Agustus 2026, gempa M6,2 mengguncang Laut Banda sekitar pukul 21.10 WIB. Titik gempa terletak di laut dengan kedalaman 39 kilometer, berjarak 166 kilometer barat laut dari Maluku Barat Daya. BMKG mengidentifikasi gempa ini sebagai gempa dangkal akibat penyesaran dasar Laut Banda, dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi tsunami.

Selanjutnya, pada 11 September, gempa M6,2 kembali mengguncang Laut Banda, kali ini pusatnya berada sekitar 162 kilometer timur laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 148 kilometer, yang dikategorikan sebagai gempa menengah akibat aktivitas subduksi Laut Banda. Pada 14 September, gempa M5,9 terjadi di timur laut Pulau Doi, Maluku Utara, dengan kedalaman 147 kilometer, juga dikategorikan sebagai gempa menengah akibat deformasi dalam Lempeng Laut Maluku.

Aktivitas Gempa di Wilayah Lain

Pada 12 September 2026, gempa M6,5 mengguncang Pantai Timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, yang dirasakan hingga beberapa wilayah di Jawa dan Sumatra. BMKG mencatat guncangan mencapai IV MMI di daerah seperti Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Aktivitas gempa juga tercatat di kawasan selatan Jawa. Pada 4 September, gempa M5,4 terjadi di selatan Cilacap, Jawa Tengah, diikuti oleh gempa M5,2 di selatan Jawa Timur pada 14 September. Selain itu, gempa M5,6 tercatat di selatan Bayah, Banten, pada 14 September dan M5,2 pada 18 September. BMKG menyebut gempa M5,6 di selatan Bayah sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng, dengan mekanisme oblique thrust fault.

Pada 18 September, gempa M5,2 juga terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, yang berasal dari aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia, dengan parameter terbaru mencatat magnitudo M5,1 dan kedalaman 33 kilometer. Nusa Tenggara Timur juga mengalami aktivitas gempa yang signifikan selama periode ini, dengan BMKG mencatat enam gempa di wilayah tersebut antara 24 Agustus hingga 21 September 2026, sebagian besar berkekuatan M5,0 hingga M5,5, terutama di kawasan Manggarai, Labuan Bajo, dan Nagekeo. Gempa-gempa ini terkait dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust, di mana BMKG mengidentifikasi gempa M5,1 pada 8 September sebagai gempa dangkal akibat aktivitas tersebut.

Aktivitas ini juga merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar M7,7 yang terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026. Hingga 27 Agustus, BMKG mencatat telah terjadi 8.486 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Artikel Terkait