Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat pleno tingkat I mengenai hasil pembahasan revisi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Rapat ini berlangsung di ruang Komisi IX DPR RI pada Senin, 5 Oktober 2026, dan dihadiri oleh lima pimpinan Komisi IX serta perwakilan dari pemerintah.
Dalam rapat tersebut, Dasco membuka agenda dengan mendengarkan laporan dari Panja RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Hadir dalam kesempatan itu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri UMKM Maman Abdurahman, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi.
Pengesahan RUU dalam Rapat Paripurna
Dasco menyampaikan, "Pendapat akhir mini sebagai sikap akhir fraksi. Kemudian, pendapat akhir mini sebagai sikap akhir pemerintah," saat membacakan agenda rapat. Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa RUU ini direncanakan untuk disahkan dalam rapat paripurna DPR yang akan dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Pemerintah dan DPR saat ini sedang dalam tahap finalisasi untuk membahas RUU Perlindungan Tenaga Kerja dalam rapat kerja yang dilakukan secara tertutup. Ketika ditemui di Gedung Parlemen, Menaker Yassierli enggan menjelaskan poin-poin penting yang telah disepakati antara pengusaha dan buruh, menyatakan bahwa pembahasan masih berlangsung.
Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Pekerja
Menaker Yassierli menyampaikan, "Jangan tanya dulu, sampai kalau udah launching nanti kita ini. Nanti kan masih kita bahas nih raker sekarang," saat ditanya mengenai isi pembahasan. RUU ini akan mengatur beberapa aspek penting, termasuk aturan outsourcing, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menaker juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memajukan sektor industri domestik sambil tetap memperhatikan kesejahteraan buruh. "Semangat kita adalah maju industrinya, sejahtera pekerjanya," ujarnya. Dia meminta kepada publik untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan RUU ini agar bisa disahkan menjadi undang-undang. "Kasih kesempatan kita masih raker hari ini, untuk merumuskan final. Nanti kalau sudah diketok paripurna besok baru kita buka," tambahnya.