Presiden Prabowo Subianto telah menerima saran dan rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengenai pengumuman terbaru dari MSCI yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, di mana DEN menyampaikan rekomendasinya secara langsung kepada Presiden dalam rapat terbatas yang dihadiri oleh para menteri sektor ekonomi dan pejabat terkait, termasuk Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pentingnya Reformasi Pasar Modal
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa pihaknya merekomendasikan untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang telah dijalankan. "Kami memberi saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah dijalankan dan melanjutkan enforcement oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan, karena undang-undang kita memang sudah memberikan ruang untuk melakukan langkah-langkah yang tegas terkait (masalah, red) itu," ujarnya dalam konferensi pers setelah rapat di Istana Merdeka pada malam hari yang sama.
Data Ekonomi dan Komitmen DEN
MSC menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan DEN di Istana Merdeka. Dalam kesempatan itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa DEN telah memaparkan hasil kajian dan memberikan saran terkait kesiapan perekonomian nasional menghadapi dampak El Nino dan La Nina, program perlindungan sosial digital, percepatan hilirisasi, serta tata kelola distribusi BBM. "Satu per satu kami jelaskan, karena (dalam rapat, red) ada Menteri Keuangan, ada Gubernur BI, ada Menko Perekonomian. Jadi, tadi sekaligus juga kita mengonfirmasi data-data yang ada. Jadi, saya senang sekali bahwa Bapak Presiden tadi sangat memberikan perhatian dengan data-data ekonomi yang kami berikan," kata Luhut.
Lebih lanjut, Luhut juga menegaskan komitmen DEN untuk menyediakan data yang kredibel dan akurat kepada Presiden. "Kami tadi terakhir, saya lapor Presiden, kami akan men-feeding Presiden dengan data-data yang akurat sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data, karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat," tuturnya.