Jakarta - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid, baru-baru ini menjadi viral. Dalam sebuah video yang merekam prosesi wisuda, Fathul menyatakan bahwa ia tidak akan mengganti tanda tangan basah pada ijazah dan transkrip akademik wisudawan dengan tanda tangan elektronik. Ia menjelaskan bahwa dengan menggunakan tanda tangan basah, ia memiliki kesempatan untuk mendoakan para wisudawan. Ternyata, kebiasaan ini sudah ia lakukan sejak lama, yaitu sejak tahun 2018.
Fathul telah menjabat sebagai Rektor UII sejak 2018 dan mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani lebih dari 200 ribu dokumen lulusan UII. Ia mencatat bahwa antara tahun 2018 hingga 2026, UII telah meluluskan lebih dari 43 ribu mahasiswa. Setiap lulusan memiliki sekitar 4-5 dokumen yang perlu ditandatangani, baik untuk diberikan kepada wisudawan maupun untuk salinan arsip. "Jika diakumulasi, jumlah tanda tangan tersebut memang sangat besar," ujarnya.
Fathul menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkannya untuk para wisudawan bervariasi, tetapi pada dasarnya ditujukan untuk kebaikan. Salah satu doa yang ia susun sendiri berbunyi, "Ya Allah, mudahkanlah urusan anak cucu kami, sahabat-sahabat kami, murid-murid kami, dan guru-guru kami di dunia dan di akhirat." Ia menambahkan bahwa doa ini juga ia panjatkan setiap selesai salat.
Di balik tindakan yang dilakukan Fathul, terdapat sosok ulama yang menginspirasinya. Ia mengingat nasihat Mbah Maimun Zubair mengenai keikhlasan dalam mengajar dan pentingnya selalu mendoakan murid-murid.
Dengan kebiasaan ini, Fathul menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menjalankan tugas akademis, tetapi juga dalam memberikan doa dan harapan terbaik bagi para lulusan. Perkembangan selanjutnya mengenai kebijakan ini akan terus dipantau seiring dengan pelaksanaan wisuda di masa mendatang.